Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho mengajak warganya untuk menjadikan momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) sebagai spirit kebangkitan santri Indonesia agar terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan tradisi pesantren.
Hal itu disampaikan Heru saat memimpin apel HSN di halaman Kantor Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu.
Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen, mulai santri, pelajar TK hingga SMA, hingga perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Pacitan.
"Santri kini tidak hanya mengaji kitab kuning, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia," katanya.
Ia menegaskan, santri masa kini harus berilmu, berakhlak, dan berdaya. Menurutnya, semangat pesantren perlu dihadirkan di ruang publik, dunia kerja, hingga ranah internasional.
"Marilah kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban," ujarnya menambahkan.
Sebelum apel digelar, ribuan santri melakukan kirab panji resolusi jihad dari Arjowinangun menuju Pendopo Kabupaten Pacitan.
Dalam upacara tersebut, pembacaan resolusi jihad dibawakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Arjosari, KH Muadz Harist Dimyati.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026