Sumenep - Sekitar 20 aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep, Kamis, berdemonstrasi di kantor DPRD setempat meminta anggota DPRD membentuk panitia khusus "participating interest", karena menilai pengelolaan dana penyertaan modal dalam kegiatan hulu migas itu tidak jelas.
"Kami dan publik hanya ingin kejelasan dari pengelolaan dan hasil 'participating interest' (PI). Kami yakin hanya dengan panitia khusus (pansus), persoalan yang selama ini masih gelap dalam pengelolaan PI itu, menjadi jelas," kata koordinator aksi, Eko Wahyudi di Sumenep.
Menurut Permenkeu Nomor 257/PMK.011/2011 pasal 1 (4), Participating Interest adalah hak dan kewajiban sebagai Kontraktor kontrak kerja sama, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada suatu wilayah kerja.
Versi mahasiswa, hingga sekarang, dana "PI" yang diperkirakan sebesar Rp8,8 miliar dan dikelola oleh salah satu badan usaha milik Pemkab Sumenep, yakni PT Wira Usaha Sumekar (WUS), belum jelas.
Ia mengatakan, sesuai hasil penelusurannya, anggota DPRD Sumenep ternyata tidak satu suara, terkait persoalan PI, yang beberapa waktu lalu dibahas oleh Komisi B DPRD setempat.
"Ada perbedaan suara tentang hasil pembahasan (klarifikasi) yang dilakukan Komisi B DPRD Sumenep terhadap sejumlah pihak terkait tentang PI. Oleh karena itu, terbentuknya pansus di DPRD merupakan solusi supaya persoalan itu menjadi jelas," ujarnya.
Eko juga mengungkapkan keheranannya atas perubahan sikap sejumlah anggota DPRD Sumenep yang sebelumnya siap membentuk pansus.
"Hingga sekarang ternyata belum ada tanda-tanda secara resmi adanya anggota DPRD Sumenep yang mengajukan permohonan perlunya pembentukan pansus PI," katanya.
Para pendemo itu ditemui oleh tiga wakil ketua DPRD Sumenep, yakni M Hanif (PPP), Hunain Santoso (PDIP), dan Faisal Muhlis (PAN).
"Pembentukan pansus itu tidak bisa dilakukan secara langsung oleh pimpinan, akan tetapi harus atas inisitif anggota DPRD. Hingga sekarang, kami belum menerima permohonan atau usulan dari satu pun anggota DPRD tentang perlunya pansus PI," kata Hanif, usai pertemuan dengan aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.