Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mulai gencar melakukan sosialisasi pemanfaatan mesin incinerator atau pembakar sampah kepada masyarakat sebagai upaya mewujudkan target zero atau nol sampah pada tahun 2027.

Wali Kota Madiun Maidi di Madiun, Selasa, mengatakan pentingnya pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi manfaat baru bagi masyarakat.

"Sampah kita urai. Sampah organik dibawa ke pengolahan organik, sedangkan yang tidak bisa terurai dibakar dengan mesin incinerator. Abunya masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk bahan baku paving," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa teknologi incinerator tersebut akan terus dikembangkan. Pemkot Madiun tahun ini akan mendatangkan delapan unit mesin incinerator yang akan ditempatkan di tempat pembuangan sampah (TPS) yang memiliki produksi sampah terbesar.

"Total ada delapan unit incinerator yang sudah disiapkan. Anggarannya sekitar Rp1 miliar. Saya pilih alat yang paling sederhana, tetapi manfaatnya banyak dan langsung bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Wali Kota menambahkan pengelolaan sampah ini nantinya berbasis partisipasi warga. Artinya, sistem dikelola dari masyarakat untuk masyarakat. Pihaknya nanti akan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat serta satgas TPS di tiap kelurahan untuk menangani proses tersebut.

"Jadi nanti di TPS, akan dipilah sampah organik dengan sampah plastik. Semua jenis sampah harus bernilai ekonomi. Tidak ada yang terbuang sia-sia, semuanya bisa dimanfaatkan," kata dia.

Sampah plastik yang dipisahkan, kemudian dikirim ke pabrik daur ulang. Adapun sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah residu langsung dibakar menggunakan mesin incinerator.

Selain tahun ini delapan mesin incinerator, tahun depan Pemkot Madiun juga berencana mendatangkan peralatan tambahan, seperti mesin pemecah keramik serta alat pengolahan limbah organik, guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu.

Kegiatan sosialisasi terus dilakukan di tiap kelurahan yang dipimpin oleh Wali Kota Madiun Maidi, didampingi Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun, Sekda Soeko Dwi Handiarto, Plt Kepala DLH Suwarno dan jajaran OPD terkait.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026