Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Sebanyak 62 pasangan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengikuti sidang isbat nikah terpadu yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-831 Trenggalek, Minggu. 

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek Christina Ambarwati, menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan pengadilan agama, KUA, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Pelayanan dimulai dari sidang oleh hakim dan panitera pengadilan agama, kemudian pencatatan nikah oleh KUA, dan dilanjutkan dengan penerbitan administrasi kependudukan oleh Dukcapil,” kata Christina.

Sidang yang dipusatkan di Desa Watuagung, Kecamatan Dongko, bertujuan menerbitkan buku nikah bagi pasangan yang pernikahannya belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Ia menambahkan, sidang isbat nikah terpadu sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir dan telah melayani ratusan pasangan. 

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Trenggalek agar peringatan hari jadi tidak hanya diisi pesta rakyat, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik.

Menurut Christina, mayoritas peserta merupakan pasangan lanjut usia yang telah lama menikah. 

Mereka baru menyadari pentingnya pencatatan pernikahan saat menghadapi kebutuhan administrasi, seperti pengurusan hak waris, pernikahan anak, hingga pembuatan paspor untuk ibadah haji atau umrah.

“Tidak semua masyarakat memahami fungsi administrasi kependudukan. Sidang isbat ini menjadi ruang untuk membantu mereka, meskipun jika ada persoalan khusus tetap harus diproses langsung di pengadilan agama,” ujarnya.

Christina menambahkan, pelaksanaan sidang terpadu tidak bisa diselesaikan dalam satu hari penuh karena berbasis aplikasi daring dan masih menghadapi kendala teknis, seperti sinyal internet.

Sidang isbat nikah menjadi salah satu bentuk layanan publik yang digelar Pemkab Trenggalek dalam rangka Hari Jadi ke-831, selain agenda tradisi budaya dan kirab pusaka.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026