Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di lima kecamatan sebagai salah satu upaya menjaga agar harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan tinggi sehingga laju inflasi terkendali.
Pemerintah Kota Probolinggo kerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di lima kecamatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia, Sabtu.
"Kami menggelar program Gerakan Pangan Murah serentak di lima kecamatan sebagai upaya mengendalikan inflasi harga bahan pokok, terutama beras, minyak goreng dan bawang merah," kata Wali kota Probolinggo Aminuddin saat meninjau Gerakan Pangan Murah di kota setempat, Sabtu.
Menurut dia, kegiatan itu hadir untuk meringankan beban masyarakat dari tingginya harga pangan, sehingga harapannya harga bisa lebih terkendali dan stok aman hingga Desember 2025, sekaligus sebagai persiapan panen raya.
"Langkah itu juga untuk mengantisipasi surplus hasil panen akhir tahun. Kalau distribusi tidak lancar, bisa jadi beras menumpuk tanpa gudang penyimpanan, seperti yang pernah dialami di Kota Probolinggo," tuturnya.
Ia mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang tepat, selain menekan harga juga menyiapkan ruang jelang panen raya Desember 2025.
Sementara Wakil Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Zaki mengatakan stok pangan di 3 wilayah, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman.
"Stok beras saat ini mencapai sekitar 90 ribu ton, cukup untuk dua tahun ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," katanya.
Melalui Gerakan Pangan Murah, lanjut dia, Bulog Probolinggo bisa menyalurkan 20 hingga 50 ton beras untuk menstabilkan harga, sehingga pihaknya juga menggandeng TNI, Polri dan instansi terkait agar gerakan tersebut lebih masif.
Bulog juga mendorong Koperasi Merah Putih untuk ikut menyalurkan beras murah, seperti Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sukoharjo bisa membeli beras di gudang Bulog dan menjual tidak lebih dari HET Rp2.500/kg untuk beras medium, sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Gerakan pangan murah di Kota Probolinggo menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau yakni beras SPHP 5 kilogram Rp57.000, minyak goreng 1 liter Rp15.000, gula pasir 1 kilogram Rp15.000, telur 1 kilogram Rp24.000 dan bawang merah 1 kilogram Rp32.000.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026