Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus melanjutkan upaya menekan angka prevalensi stunting di daerah tersebut melalui pemberian makanan tambahan (PMT) di pos pelayanan terpadu (posyandu) selama tiga bulan berturut-turut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dr. Sandy Hendrayono Jumat mengemukakan saat ini masing-masing puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan fokus melaksanakan pemberian makanan tambahan (PMT) tersebut.

"Upaya kami pada tahun ini di setiap puskesmas melalui posyandu fokus pemberian makanan tambahan atau PMT lokal selama tiga bulan (90 hari)," katanya kepada wartawan di Situbondo.

Upaya itu ditempuh, menurut dia, seiring dengan naiknya angka prevalensi stunting di Situbondo, dimana saat ini berdasarkan data tahun 2024 mencapai 10,6 persen, atau lebih tinggi dari tahun 2023 berada pada angka 4,1 persen. 

Dokter Sandy menjelaskan pemberian makanan tambahan bagi keluarga stunting maupun keluarga berisiko stunting minimal selama tiga bulan berturut-turut.

Karena lanjutnya, pemberian makanan tambahan untuk memenuhi nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita perlu dilakukan berkelanjutan selama tiga bulan untuk mencegah stunting.

"Kalau pemberian makanan tambahan hanya sesaat tidak punya daya ungkit (tidak berpengaruh) oleh karena itu pemberian makanan tambahan ini melibatkan kader-kader posyandu," katanya lagi.

Ia menyebutkan ada beberapa faktor penyebab stunting, di antaranya pola pengasuhan, pemberian ASI eksklusif termasuk berat badan bayi rendah saat baru dilahirkan.

"Biasanya ketika bayi dilahirkan beratnya rendah disebabkan saat hamil ibunya kurang nutrisi, ada pula karena faktor genetik juga bisa stunting karena ada penyakit penyerta," kata Dokter Sandy.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan setempat menargetkan angka stunting pada tahun 2026 turun di angka 5,1 persen, sesuai rata-rata bulan timbang Januari-Agustus 2025.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo juga mengedukasi Tim Penggerak PKK hingga kader dasar PKK dan keluarga berisiko stunting untuk mencegah stunting dengan pengasuhan dan nutrisi yang tepat.

DP3AP2KB Situbondo melibatkan kader dasar PKK dalam kegiatan itu dengan harapan mereka bisa mengedukasi masyarakat untuk membuat makanan sehat dengan nominal hanya Rp10.000.

Kader dasar PKK tersebut diajari praktik membuat makanan yang akan diberikan kepada keluarga berisiko stunting, dengan uang Rp10.000 sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak berisiko stunting.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026