Kediri (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan edukasi terkait dengan tarif reduksi untuk penyandang disabilitas sebanyak 20 persen.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengemukakan pihaknya memberikan edukasi tersebut sebagai dukungan bahwa KAI ramah terhadap disabilitas. Edukasi dilakukan dengan mengajak langsung anak-anak disabilitas naik kereta api.
"Kami memberikan edukasi dan mempraktikkan alur tata cara pelayanan tiket untuk diskon 20 persen bagi penyandang disabilitas," katanya di sela peringatan Hari Anak Nasional di Stasiun Kediri, Rabu.
Ia menambahkan untuk mendapatkan diskon tersebut anak-anak itu bisa datang ke petugas loket di stasiun dengan membawa surat identitas dan surat keterangan dari dokter.
"Apabila tidak bisa datang sendiri bisa diwakilkan. Selanjutnya setelah diregistrasi bisa mendapatkan diskon 20 persen," kata dia.
Ia menambahkan, anak-anak disabilitas yang diajak dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut diberikan edukasi terkait dengan alur pelayanan tiket ketika naik kereta api, mulai dari pelayanan tiket, masuk boarding, di ruang tunggu, sampai naik kereta api sesuai dengan tiket yang dimiliki.
Ia pun mengatakan khusus untuk anak-anak diimbau ketika naik kereta api didampingi orang dewasa.
"Untuk di stasiun atau di dalam kereta manakala memerlukan layanan atau bantuan penumpang dapat disampaikan ke petugas baik di stasiun atau dalam kereta. Di beberapa stasiun besar juga ada area bermain, untuk peningkatan layanan ke anak-anak," kata dia.
Sementara itu, salah seorang pendamping anak, Diana mengatakan dalam kesempatan ini ada 12 anak penyandang disabilitas yang ikut naik kereta api. Rombongan berangkat dari Stasiun Madiun kemudian turun ke Stasiun Kediri.
Ia menambahkan, anak-anak juga sangat senang bisa naik kereta api gratis ini. Mereka juga diberikan edukasi terkait dengan layanan mulai dari pembelian tiket kereta api, hingga keberangkatan naik kereta api.
"Diajari dari caranya membeli tiket. Anak-anak juga sangat antusias. Anak-anak bisa ikuti dengan baik, tidak ada kesulitan. Mereka juga kooperatif dari penjelasan PT KAI. Bagus sekali," kata Diana yang juga guru pengajar di SLB di Madiun ini.
Salah seorang anak, Izzana mengaku senang naik kereta api. Ia sudah naik dua kali, pertama dengan orang tuanya dan kedua dengan PT KAI.
"Senang sekali naik kereta api. Tadi juga diberi tahu pertama beli tiket, dan paham," kata Izzana, yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP ini.
Ia juga menilai, fasilitas di PT KAI juga sudah ramah terhadap disabilitas. Selain itu, juga nyaman sehingga bagi penyandang disabilitas seperti dirinya, tidak sulit untuk naik kereta api.
Dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut, anak-anak itu juga unjuk kebolehan dengan memperagakan bahasa isyarat saat menyanyi. Musik keluar dari audio di Stasiun Kediri, kemudian anak-anak itu mengikutinya dengan bahasa isyarat.
Para penumpang kereta api juga antusias dengan atraksi mereka serta turut merekamnya.
Selain itu, mereka juga diajari lagi untuk membeli tiket kereta api di loket. Petugas juga sudah dibekali dengan bahasa isyarat, sehingga ketika ada yang disabilitas membeli tiket bisa melayani dengan baik.
