Malang - Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang, segera dioperasionalkan untuk melayani masyarakat umum. Rektor UMM Dr Muhadjir Effendi, di Malang, Minggu, mengemukakan, pengoperasionalan RS UMM tersebut paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan karena saat ini masih menunggu "finishing" pembangunan fisiknya. "Untuk peralatan kesehatan sebagian besar sudah dipasang, baik tahap I maupun II, sedangkan untuk tahap III berupa ring jantung dan CT Scan yang mampu merekam dari 64 sisi juga segera dilakukan pemasangan," katanya. Alat pendukung lainnya seperti tenaga dokter umum, poli dan spesialis, katanya, juga sudah disiapkan. Tinggal tenaga teknisi, keamanan, juru masak serta perawat yang masih dalam proses rekruitmen sebanyak 400 orang lebih. Bahkan, lanjutnya, sejumlah dokter spesialis dan umum saat ini sedang menempuh pendidikan yang nantinya mampu menunjang profesinya, apalagi teknologi dan perkembangan dunia kedokteran juga cukup pesat, sehingga mereka juga harus menyesuaikan. Selain itu, lanjutnya, guna menunjang operasional RS agar lebih baik, kampus Fakultas Kedokteran, Keperatawan dan Farmasi nantinya juga dibangun berdekatan dengan RS. "Saat ini masih dalam proses survei lokasi," tegasnya. Menyinggung anggaran yang telah terserap untuk pembangunan RS UMM tersebut, Muhadjir mengatakan, sekitar Rp150 miliar dari yang disiapkan sekitar Rp400 miliar, termasuk anggaran untuk pembelian alat kesehatan untuk menunjang pengoperasian RS. RS UMM dibangun lima lantai di atas lahan seluas 10 hektare. Pembangunan fisik dimulai Juli 2009. RS tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas untuk rehabilitasi korban (pengguna) narkoba. Selain melayani kesehatan dengan ilmu kedokteran modern, RS UMM itu nantinya juga akan membuka praktik pengobatan timur, khususnya ilmu kedokteran China dan pengobatan alternatif. Nilai kekhasan inilah yang akan dikembangkan sehingga merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh Rumah Sakit lain. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026