Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dalam resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) tahun ini, Sabtu.
Pada peringatan hari jadi ke-732 daerah setempat itu, dia menegaskan komitmen pemkot untuk membawa daerah setempat terus tumbuh semakin kuat melalui berbagai prioritas pembangunan yang selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur.
"Fokus utama pembangunan yang menjadi perhatian Pemkot Surabaya adalah mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan stunting, meningkatkan pembangunan manusia, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Ia mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dan kunci masa depan Kota Surabaya, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2024 mencapai 84,69 persen, menjadikannya IPM tertinggi di Jawa Timur.
"Komitmen ini diwujudkan melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20 persen atau Rp2,5 triliun," katanya.
Di sektor pendidikan, Pemkot Surabaya telah menggratiskan biaya sekolah bagi lebih dari 180 ribu siswa SDN dan SMPN, serta memberikan beasiswa kepada 3.964 siswa penghafal kitab suci dari jenjang TK, SD, dan SMP.
Selain itu, lebih dari 21 ribu siswa SMA/SMK/MA menerima beasiswa dengan total anggaran lebih dari Rp108 miliar dan 3.500 mahasiswa perguruan tinggi juga mendapatkan beasiswa.
Program bantuan seragam gratis menjangkau 12.850 siswa SMP/MTs negeri dan 6.389 SMP/MTs swasta.
"Inisiatif seperti 'Sinau Ngaji Bareng' di 234 balai RW dan program 'Surabaya Mengajar' yang melibatkan 1.882 mahasiswa juga turut meningkatkan kualitas pendidikan," katanya.
Di bidang kesehatan, upaya peningkatan layanan kesehatan mencakup pembangunan tiga RSUD baru (Surabaya timur, selatan, dan utara), puskesmas dengan layanan pediatri dan obgyn, penyediaan satu kelurahan satu ambulans, dan penempatan satu tenaga kesehatan di setiap balai RW.
"Cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai Rp500 miliar juga menunjukkan komitmen kuat terhadap kesehatan masyarakat," katanya.
Dalam upaya mengurangi kemiskinan, Pemkot Surabaya berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,96 persen dan mencapai nol jiwa untuk kemiskinan ekstrem.
Jumlah penduduk miskin pada Mei 2025 tersisa 68.243 jiwa atau 25.188 KK dari 69.228 jiwa pada 2024.
Ia mengatakan ekonomi Surabaya menunjukkan pertumbuhan yang impresif 5,76 persen, melampaui rata-rata Jawa Timur 4,93 persen dan nasional 5,03 persen.
Tingkat pengangguran berhasil ditekan menjadi 4,91 persen atau 79.767 jiwa dengan lebih dari 75 ribu orang mendapatkan pekerjaan dibandingkan pada 2020 yang mencapai 9,79 persen atau 154.896 jiwa.
Upaya peningkatan ekonomi meliputi pendampingan 31 ribu UMKM, fasilitasi 810 sertifikasi halal, dan transaksi e-Peken yang menembus Rp182 miliar.
"Lebih dari 10 ribu wirausahawan baru juga bermunculan" katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026