Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Seorang calon haji (JCH) asal Tulungagung, Jawa Timur, bernama Isdiyono Taslim Atmo Suwito (61), meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

Almarhum tergabung dalam Kloter 3 yang dijadwalkan berangkat ke Madinah pada Jumat (2/5), kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tulungagung, Makrus Manan, Senin.

Isdiyono sempat dirawat secara intensif sejak tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), namun dinyatakan meninggal pada Ahad (4/5).

"Almarhum dirawat sejak Jumat, dan pada Ahad kemarin dinyatakan meninggal dunia," kata Makrus.

Sebelum berangkat ke AHES, Isdiyono diketahui sempat mengalami kecelakaan di Tulungagung dan menjalani operasi pada bagian kaki. Meski harus menggunakan kursi roda, almarhum tetap mendapatkan rekomendasi medis untuk berangkat haji.

Namun, setibanya di AHES, kondisi kesehatannya dilaporkan menurun hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Haji Surabaya.

"Kami belum menerima laporan resmi terkait penyebab meninggalnya dari pihak rumah sakit," ujarnya.

Makrus menjelaskan Isdiyono seharusnya berangkat haji bersama istri dan ibu mertuanya. Namun setelah JCH tersebut meninggal dunia, sang istri memutuskan tidak ikut berangkat ke Tanah Suci.

Terkait status keberangkatan istri almarhum, Makrus menyebut pihak keluarga akan diberi dua opsi, yakni mengajukan pengembalian biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) atau menjadwalkan keberangkatan ulang pada tahun depan.

"Kalau memilih berangkat tahun depan, maka kursi almarhum bisa digantikan anak atau kerabatnya. Namun, kalau tidak, maka Bipih akan dikembalikan," ujarnya.*



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026