Jakarta (ANTARA) - Cendekiawan muslim Moeslim Abdurrahman (64) wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat sekitar pukul 20.00 WIB. "Dia terkena serangan jantung dan sejak dua hari lalu dirawat di RSCM," kata budayawan Garin Nugroho ketika dihubungi Antaranews malam ini. Mantan Direktur Eksekutif Wahid Institute Ahmad Suaedy juga membenarkan kepergian cendekiawan muslim ini. "Selama dirawat sempat SMS-an dengan saya. Katanya nggak apa-apa," kata Ahmad Suaedy. Ia mengatakan, Moeslim Abdurrahman sebelum masuk rumah sakit masih sempat mengisi salah satu seminar. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan warga Muhamadiyah sangat kehilangan oleh kepergian cendekiawan Moeslim Abdurrahman yang berpulang Jumat malam di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. "PP Muhammadiyah bertakziyah atas wafatnya tokoh cendekiawan Muhammadiyah Dr. Moeslim," kata Din yang sedang berada di Los Angeles kepada ANTARA, Sabtu . Moeslim adalah cendekiawan Muhamadiyah yang memiliki radius pergaulan luas, bahkan masuk lingkaran elite NU. "Almarhum pemikir kreatif, dan suka mendorong kader-kader muda untuk mengembangkan pemikiran maju dan terbuka," katanya. Moeslim pernah diamanati mengetuai bidang pemberdayaan kelompok pinggiran, buruh, tani dan nelayan pada Muhammadiyah. "Almarhum berkepribadian akrab dan humoris. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadatnya, dan memasukkannya ke dalam surga jannatun na`im," kata Din Syamsuddin mendoakan almarhum. Moeslim Abdurrahman lahir di Lamongan Jawa Timur pada 8 Agustus 1948. Dia doktor lulusan Universitas Illinois, Urbana, Champagne, Amerika Serikat. Alhmarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026