Surabaya - Investor dari China ingin berinvestasi di Kota Surabaya dengan membangun "under sea world" (aquarium raksasa) di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
"Pemkot Surabaya tidak perlu mengeluarkan uang karena ada investor dari China yang siap membangun aquarium raksasa di KBS," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya Samsul Arifin di ruang Komisi B DPRD Surabaya, Selasa.
Dalam pemaparan "grand desain" KBS di hadapan Pansus Raperda KBS, ia menyatakan tidak tahu soal nama investornya dan total investasinya.
"Yang tahu adalah Kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) Surabaya, mulai soal nama investornya hingga berapa nilai investasinya," cetusnya.
Selain itu, lanjut dia, KBS nantinya akan dilengkapi dengan wahana baru berupa "Night Zoo" yang berisi satwa yang hidup pada malam hari.
Tentunya, wahana ini buka pada malam hari sehingga pengunjung bisa menikmati aktivitas satwa malam. Adapun lahan yang dipakai "Night Zoo" ini adalah lahan bekas kandang hewan yang dipindahkan ke tempat lain.
Hingga kini, jumlah hewan KBS sudah melebihi kapasitas yang ada, sehingga sebagian harus dipindahkan ke lokasi konservasi yang layak.
Dalam "grand desain" KBS itu, Samsul mengatakan ada perubahan lokasi pintu masuk yang selama ini ada di Jl. Setail menjadi lewat bekas Stasiun Trem milik PT KA di Wonokromo dekat KBS.
"Di sana akan dibangun tempat parkir bertingkat sehingga pengunjung langsung bisa masuk ke KBS lewat pintu yang baru itu, sedangkan pintu lama Jl. Setail dipakai pintu keluar," ujarnya.
Menurut dia, perluasan KBS sudah mendapat "lampu hijau" dari PT KA sehingga kini tinggal pemkot melakukan koordinasi. "Hanya, kendalanya, stasiun trem masih dikuasai PT. Senopati," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pansus Raperda KBS DPRD Surabaya, Moch. Machmud, mendukung pengembangan KBS lebih bagus. Namun, pihaknya berharap, jangan hanya bagus dalam "grand desain"-nya, namun dalam pelaksanaan di lapangan juga harus lebih bagus.
"Semoga pembangunannya cepat dilakukan begitu terbentuk perusahaan daerah KBS, sebab masyarakat sudah berharap ada perubahan yang baik di KBS," cetusnya.
Pengamat Satwa Singky Soewadji mengatakan pihaknya mendukung jika pemkot mengambil alih KBS. "Kami berharap KBS yang akan dikelola Pemkot Surabaya ini akan lebih baik sehingga mematahkan anggapan pemerintah daerah tak bisa ngurus kebun binatang," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026