Malang - Harga tiket pada empat laga kandang terakhir Arema Indonesia yang digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, dipastikan naik. Ketua Panpel Arema Indonesia Abdul Haris, Selasa menyatakan, kenaikan harga tiket tersebut merupakan upaya manajeman untuk mencari pemasukan guna menambah bonus pemain agar lebih bersemangat dalam melakoni beberapa laga sisa, baik dikandang maupun luar kandang. "Manajemen dan panpel Arema Indonesia meminta maaf pada seluruh Aremania (suporter Arema) atas kebijakan menaikkan harga tiket ini. Hasil dari penjualan tiket ini sepenuhnya untuk menambah bonus bagi pemain," ujarnya. Ia mengaku, ekstra bonus bagi pemain setiap meraih kemenangan tersebut cukup penting untuk menambah motivasi pemain dalam melakoni setiap laga yang dihadapinya. Harapannya Arema bisa lolos dari jerat degradasi dan musim depan masih tetap bermain di tahta tertinggi kompetisi di Tanah Air. Harga tiket ekonomi yang sebelumnya dipatok sebesar Rp20 ribu/lembar menjadi Rp25 ribu/lembar, VIP yang sebelumnya seharga Rp50 ribu/lembar menjadi Rp75 ribu dan VVIP sebelumnya seharga Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu/lembar. Pada musim sebelumnya (2010-2011) harga tiket ekonomi dipatok sebesar Rp30 ribu/lembar, VIP Rp100 ribu dan VVIP seharga Rp150 ribu/lembar. Laga terdekat dengan memberlakukan harga tiket baru itu ketika menghadapi Persidafon Dafonsoro, Kamis (31/5). Menanggapi dinaikkannya harga tiket Arema tersebut salah seorang Aremania Korwil Dinoyo Nicolas mengaku tidak keberatan jika harga tiket terpaksa harus dinaikkan. Hanya saja, manajemen harus transparan dalam mengatur keuangannya. "Transparansi ini tidak hanya dana yang terkumpul dari penjualan tiket saja, tapi seluruhnya termasuk menyangkut dana dari sponsor. Dan, manajemen juga harus konsekuen dengan hak para pemain, yakni gaji," tegasnya. Ia mengaku, dirinya juga memaklumi jika panpel terpaksa mengambil kebijakan menaikkan harga tiket laga kandang karena kondisi keuangan Arema juga belum stabil, hanya mengandalkan pemasukan dari sponsor dan penjualan tiket pertandingan. "Yang penting tidak sampai ada kebocoran dan keunagan Arema benar-benar dikelola profesional agar pemain juga merasa nyaman, tidak dipusingkan dengan masalah gaji," tegasnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026