Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung program Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait rencana pembangunan dua unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Sidoarjo untuk bantuan gas transportasi umum. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM Kabupaten Sidoarjo, Maksum, Selasa, mengatakan, tidak ada alasan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk menolak rencana program Menteri ESDM itu. "Kami akan senantiasa mendukung program tersebut dan akan memfasilitasi semua perizinan yang diperlukan demi tercapainya program yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut," katanya. Ia mengemukakan, program peralihan dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) ini juga rencananya untuk mobil dinas dan angkutan umum terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo. "Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga siap mempelopori mobil dinas dengan BBG nantinya. Hal itu karena ada tiga kelebihan atau keuntungan dari BBG," katanya. Menurut dia, keunggulan dari BBG di antaranya adalah harga BBG lebih murah dibandingkan dengan harga BBM dan juga pemakaian lebih efisien sekitar 40 persen. Untuk menyukseskan program ini, kata dia, warga masyarakat akan diberikan alat pemindahaan dari BBM ke BBG secara gratis dari pemerintah pusat. "Alat diberikan gratis sekaligus pemasangannya. Namun, jumlahnya berapa yang akan digratiskan, belum diketahui secara pasti. Kami tunggu bantuan dari pusat," katanya. Sementara itu, disinggung terkait dengan rencana lokasi pembangunan SPBG, dirinya belum bisa menjelaskan karena belum mempunyai pandangan. "Soal lokasi, itu nanti kewenangan pusat. Dari lokasi yang disodorkan, tentunya nanti akan diseleksi oleh pusat dan ada syarat-syaratnya soal lokasi dua SPBG itu," katanya. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026