Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, tidak terbukti terjadinya kebocoran naskah ujian selama pelaksanaan Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan pada 16-19 April lalu. "Alhamdulillah tidak terbukti terjadi kebocoran naskah UN. Sampai sekarang saya belum menemukan naskah yang bocor, tapi kalau yang beredar kunci jawaban, siapa saja bisa membuat itu," kata Mohammad Nuh pada konferensi pers evaluasi UN di Jakarta, Jumat. Posko pengaduan UN yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerima laporan mengenai isu kebocoran naskah UN sebanyak 71 laporan selama pelaksanaan UN SMA/SMK. Menurut M Nuh, kerugian yang paling mahal adalah terkait kebocoran naskah ujian maka begitu ada laporan maka langsung turun ke lapangan untuk mengetahui kebenarannya. Hasil evaluasi yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyimpulkan bahwa mekanisme percetakan bahan UN sangat handal dalam menjaga kerahasiaan maka mekanisme percetakan akan tetap dipertahankan. Selain itu, akurasi data peserta UN sangat penting maka masih ditemukan kekurangan satu atau dua naskah UN sehingga validasi data peserta harus ditingkatkan. Juga masih ditemukan permasalahan teknis terkait jumlah soal dan lembar jawaban ujian yang cacat. Namun masih ditemukan adanya peserta UN yang tidak memenuhi tata tertib seperti melihat ke kiri dan kanan saat ujian dan masih ditemukan pengawas UN yang belum menjalankan fungsinya secara optimal. Ke depan, M Nuh mengatakan variasi tipe soal UN akan ditingkatkan dan meningkatkan sosialisasi kepada pemangku kepentingan untuk tetap percaya diri dan jujur serta mengajak masyarakat untuk ikut memantau persiapan dan pelaksanaan UN. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026