Ambon - Dua pendaki tujuh puncak dunia (seven summits), Sofyan Arief Fesa dan Xaverius Frans dari Mahitala Universitas Parahyangan (Unpar) akan mendaki puncak Gunung Binaya di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah.
Kepastian kedatangan Sofyan Arief Fesa dan Xaverius Frans disampaikan oleh Ferly Ferdiansyah, Sekretaris Umum Perhimpunan Pemuda Sadar Wisata Pecinta Alam (PPSWPA) - Kreativitas Anak-Anak Alam (KANAL) Ambon, Selasa.
Sofyan Arief Fesa dan Xaverius Frans adalah dua dari empat anggota Mahitala yang berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih di tujuh puncak dunia untuk pertama kalinya, yakni Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Kilimanjaro (5.895 mdpl), Elbrus (5.642 mdpl), Aconcagua (6.962), Vinson Massif (4.897 mdpl), Everest (8.850 mdpl), dan Denali (6.194 mdpl).
Dua pemuda dari organisasi pecinta alam Unpar Bandung, yang berhasil menyelesaikan "The Seven Summits Expedition" pada tahun lalu itu, dipastikan akan mendaki Gunung Binaya (3.027 Mdpl), salah satu dari "seven summits" di Indonesia.
"Tim ekspedisi Mahitala akan ke Maluku untuk mendaki Binaya. Dua pendaki 'seven summits' dunia akan datang bersama tujuh orang lainnya. Mereka tiba di Ambon pada 26 Mei 2012 pagi," kata Ferdiansyah.
Sembilan orang tim ekspedisi Mahitala Unpar yang akan ke Maluku, yakni Sofyan Arief Fesa, Xaverius Frans, Vera Yuanita, Yessie Agusta, Fiona Ekaristi Putri, Hj Winda Y, Yoga Smara, dan Detri Wulanjari.
Anggota PPSWPA-KANAL Ambon Budi Herman mengatakan, ekspedisi yang dilakukan Mahitala ke Maluku nantinya meliputi pendakian puncak Gunung Binaya, caving (telusur goa) goa Saleman, dan diving di perairan Maluku.
Setelah ekspedisi di Maluku, tim Mahitala akan menuju Papua dan Papua Barat untuk melakukan eksplorasi bawah laut di Raja Ampat, dan mendaki puncak gunung Sudirman di jajaran pegunungan Jayawijaya.
"Kemungkinan jumlah tim ekspedisi Mahitala akan bertambah, tidak hanya sembilan orang," katanya. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.