Kediri (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, Jawa Timur, bangga dan memberikan apresiasi pada atlet panjang tebing asal kota ini, Putra Tri Ramadani yang meraih medali emas dalam ajang World Climbing Series Praha 2026 di Praha, Ceko.
Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) KONI Kota Kediri Rino Hayyu Setyo mengatakan keberhasilan atlet panjat tebing itu merupakan kebanggaan bagi Kota Kediri.
"Ini sangat membanggakan Kota Kediri, bahkan mengharumkan nama Indonesia di dunia, khususnya pada nomor lead panjat tebing," kata Rino di Kediri, Senin.
Rino mengatakan, Putra merupakan atlet potensial yang telah menunjukkan kualitas sejak membela Kota Kediri. Potensinya juga mendapat perhatian Federasi Panjat Tebing Indonesia hingga dipanggil memperkuat Pelatnas pada tahun 2025.
Menurut dia, keberhasilan Putra juga menjadi motivasi besar bagi pembinaan olahraga panjat tebing di kota ini. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Kediri bersama KONI terus melakukan pembinaan dan penjaringan atlet muda berbakat agar lahir generasi penerus yang mampu mengikuti jejak Putra.
Upaya tersebut, kata dia, telah dilakukan melalui berbagai ajang pembinaan dan pencarian bakat, termasuk pemantauan atlet potensial dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sebelumnya.
"Tentu KONI Kota Kediri terus berkoordinasi dengan FPTI, termasuk untuk menyelenggarakan kejuaraan yang dapat menambah jam terbang atlet. Harapan kami, akan lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Kota Kediri yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional," kata dia.
Ia menambahkan keberhasilan Putra Tri Ramadani juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet kelas dunia.
Prestasi ini, kata dia, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Kediri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang meraih mimpi dan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.
Sementara itu, Putra mengaku masih memiliki banyak hal yang harus dibenahi untuk menjaga konsistensi penampilannya di level internasional.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia," ujar Putra.
Ia menambahkan pengalaman bertanding di level dunia menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.
"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," kata dia.
Putra berhasil meraih medali emas nomor lead pada ajang World Climbing Series Praha 2026 yang berlangsung di Praha, Ceko, Senin dinihari WIB.
Ia juga menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas nomor lead dalam sejarah World Climbing Series tersebut.
Pada babak final, pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 yang akrab disapa Srondeng itu harus menghadapi tujuh pemanjat elite dunia.
Ia bersaing dengan atlet-atlet papan atas seperti Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang, Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, serta Jakob Schubert dari Austria.
Putra berhasil membukukan skor 43, unggul atas Neo Suzuki yang meraih medali perak dengan skor 39 dan Jakob Schubert yang meraih medali perunggu dengan skor 37. Hasil tersebut membuat Putra berdiri di podium tertinggi dan mengibarkan Merah Putih di ajang bergengsi dunia.
Keberhasilan ini juga menjadi puncak dari perjalanan panjang Putra di nomor lead.
Sebelumnya, pada World Climbing Series Koper, Slovenia tahun 2025, Putra berhasil menembus final dan finis di peringkat keenam. Dan, dalam waktu kurang dari satu tahun, ia berhasil meraih gelar juara dunia.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.