Pacitan - Dua kapal tongkang pengangkut batubara dengan tujuan PLTU Cilacap, Jawa Tengah, merapat di Teluk Pacitan, Jawa Timur, untuk berlindung dari terjangan badai yang melanda wilayah perairan Samudera Hindia sejak beberapa hari terakhir. "Kapal-kapal pengangkut batubara ini masuk Teluk Pacitan sejak Kamis (8/3) karena cuaca buruk," kata Wakil Satuan Polair Pacitan Brigadir Cucun Rofi, Sabtu. Dua kapal tongkang yang saat ini labuh jangkar di perairan Pantai Tamperan, selatan Kota Pacitan tersebut bernama lambung BG-Goltrans 312 dan BG-Goldtrans 318. Belum diketahui ataupun konfirmasi resmi sampai kapan kedua kapal tongkang yang masing-masing ditarik oleh satu unit kapal tugboat tersebut akan melanjutkan perjalanan kembali menuju Cilacap. Ketinggian ombak sampai saat ini masih mencapai kisaran lima meter. Polair Pacitan terus melakukan koordinasi dengan para nahkoda kapal untuk kepentingan pendataan sekaligus mengantisipasi insiden kebakaran material batubara yang berdampak pencemaran seperti pernah terjadi sebelumnya. "Sejauh ini apa yang kami khawatirkan tidak terjadi, semoga ke depannya juga tidak," ujarnya. Wakasat Polair Pacitan itu mengkonfirmasi, kapal tongkang BG-Goldtrans 312 dan BG-Goldtrans 318 merapat secara bergantian. Tongkang BG-Goltrans 312 yang mengangkut 7,971 metrik ton batubara masuk Teluk Pacitan lebih dahulu pada Kamis (8/3), disusul kapal tongkang BG-Goldtrans 318 yang membawa muatan 7,557 metrik ton batubara pada Jumat (9/3). Menurut Cucun, keputusan itu diambil nakhoda Irwan Dwi Krismanto setelah Tugboat Transpower 207 yang dikemudikannya tertahan cuaca buruk di perairan Yogyakarta. Kapal tongkang BG-Goltrans 312 berangkat dari Pelabuhan Barito Selatan Kalimantan Tengah, sedangkan kapal tongkang BG-Goldtrans 318 berangkat dari Pelabuhan Banjarmasin Kalimantan Selatan. Keduanya bermaksud bongkar muat di PLTU Cilacap Jawa Tengah. "Untuk keberangkatan mereka lagi masih menunggu konfirmasi dari perusahaan mereka di Jakarta," katanya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026