Trenggalek - Teluk Pacitan yang berada di pesisir selatan Kota Pacitan, Jawa Timur, saat ini mengalami pencemaran serius akibat tumpahnya ratusan kubik material batubara dari lambung kapal tongkang ATK 3702 yang bocor dan labuh jangkar di kawasan itu.
Informasi dari pihak pengelola obyek wisata Pantai Teleng Ria yang mengalami dampak paling parah, material batubara tersebut telah mencemari kawasan teluk sejak tiga hari lalu, sesaat setelah kapal tongkang memilih labuh jangkar untuk menghindari gelombang pasang.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Lambung tongkang bocor sehingga muatan tumpah," kata Manajer Operasional Pantai Wisata Teleng Ria Andri Hermansyah, Jumat.
Ia menambahkan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah memberi peringatan kepada para wisatawan agar tidak bermain air apalagi mandi di pantai.
Selain alasan kotor, Andri khawatir material batubara yang tumpah dan bercampur dengan air laut menyebabkan kulit para wisatawan mengalami iritasi atau kerusakan jaringan.
"Kami meminta kepada instansi terkait agar melakukan penyelidikan dan penelitian, khususnya untuk mengetahui tingkat cemaran jika memang ada.
Sementara itu, tumpahnya material batubara dari kapal tongkang ATK 3702 ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Kenyataan itu setidaknya terlihat dari banyaknya warga yang sejak dua hari terakhir beramai-ramai mengumpulkan material batubara yang terseret arus ke pinggir Pantai Teleng.
Aminah, salah seorang korban mengatakan, batubara yang sudah terkumpul kemudian akan dia jual ke pengepul dengan harga sebesar Rp200 per kilogram.
Untuk mempercepat pengumpulan batu bara, Aminah kemudian membagi tugas dengan anaknya. "Anak saya bagian yang mengangkut. Nanti hasil penjualannya bisa untuk tambah beli lauk," kata dia.
Diberitakan, sebuah kapal tugboat KSA 08 penarik tongkang bermuatan 12 ribu metrik ton batubara terpaksa berlabuh karena cuaca buruk. Namun saat berlindung jangkar larat setelah tak mampu menahan gempuran ombak dan gelombang.
Tali cross penarik tongkang kemudian masuk dan membelit baling-baling kapal.
Akibatnya mesin kapal rusak dan harus menjalani perbaikan di kolam labuh Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.