Jember - Sebanyak 211 desa yang tersebar di 26 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember menjadi sasaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Integrasi tahun 2012.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapemas) Jember, Edy Budi Susilo, Senin, mengatakan dana PNPM itu digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa karena kebutuhan setiap desa tidak sama.
"Sekitar 75 persen dana PNPM digunakan untuk program sarana fisik sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa dan sisanya untuk koperasi simpan pinjam perempuan," tuturnya.
Menurut dia, program sudah mulai dilaksanakan dan tahap musyawarah perencanaan desa (musrendes) sudah digelar 16-24 Februari, selanjutnya dilakukan musyawarah antardesa susulan.
"Mudah-mudahan pelaksanaan program PNPM Mandiri Integrasi di Jember bisa tuntas sebelum Desember 2012 dan dilakukan musyawarah desa serah terima (MDST) sebagai penanda penggarapan program telah selesai," paparnya.
Untuk PNPM Mandiri tahun 2011, kata dia, Kabupaten Jember menerima dana sebesar Rp67 miliar dengan sasaran 211 desa di 26 kecamatan, namun pencairan dana mengalami keterlambatan.
"Ada 13 kecamatan penerima PNPM Perdesaan tahun 2011 yang belum tuntas menyelesaikan program yang dibuat hingga akhir Februari 2012 karena anggaran baru dicairkan November 2011, sedangkan batas waktu pengerjaan program pada Maret 2012," katanya menjelaskan.
Dari 13 kecamatan yang belum tuntas, kata dia, sebanyak empat kecamatan belum menyelesaikan program PNPM kurang dari 50 persen yakni Kecamatan Ajung (40 persen), Balung (43 persen), Sukowono (42 persen), dan Sumberbaru (20 persen).
"Saya sudah memberikan imbauan kepada 13 desa itu untuk segera menuntaskan PNPM tahun 2011, sebelum akhir Maret mendatang," ujarnya menambahkan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.