Trenggalek - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Trenggalek, Syuhadak Abdullah, melarang
ribuan nelayan yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Trenggalek, Jawa Timur melaut sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena alasan cuaca buruk selama seminggu terakhir.
"Imbauan untuk tidak melaut kami keluarkan sejak seminggu yang lalu, karena angin barat datang sehingga menyebabkan gelombang di tengah laut menjadi besar," katanya, Sabtu.
Ia menjelaskan, ketinggian gelombang di tengah laut saat ini diperkirakan mencapai kisaran lima meter, sehingga membahayakan keberadaan kapal nelayan.
Menurutnya, datangnya angin barat lebih barbahaya dibandingkan angin timur, karena angin barat bersifat basah sedangkan angin timur kering.
"Kapal nelayan yang paling besar di Trenggalek ini masih termasuk jenis kapal kecil, sehingga tidak mampu untuk melawan ombak dengan ketinggian tiga sampai lima meter," katanya
Di sisi lain Syuhadak menjelaskan, pada musim penghujan keberadaan ikan di tengah laut juga sulit dicari, hal itu dibuktikan oleh beberapa nelayan yang sempat melaut beberapa waktu yang lalu.
Fenomena ini sebetulnya sudah rutin terjadi setiap tahun, terutama pada periode bulan Januari hingga Maret.
Kalaupun ada nelayan yang nekat melaut, hanya diperbolehkan melakukan pencarian ikan di kawasan teluk atau tidak jauh dari bibir pantai. Hal itu dinilai masih aman dari ancaman geombang tinggi dan angin kencang.
Instruksi senada juga disampaikan kepala Syahbandar PPN Prigi, Wawa Tribawa. Menurutnya, saat ini nelayan di kawasan pesisir selatan Trenggalek lebih memilih untuk melakukan perbaikan mesin kapal maupun jaring ikan.
"Sebagian nelayan di sini (Prigi) adalah nelayan musiman, sehingga apabila tidak musim ikan atau musim penghujan seperti ini, mereka beralih profesi menjadi petani sawah ataupun menggarap hutan, sedangkan sebagian lainnya memperbaiki kapal" kata Wawa Tribawa.
Pihaknya mengaku telah mengeluarkan imbauan dengan melalui pengeras suara maupun memasang pengumuman melalui pamflet yang ditempelkan di sejumlah tempat.
Sementara itu, sesuai data di tunjukkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, jumlah kapal nelayan yang berperasi di wilayahnya mencapai 2.068 unit, yakni terdiri dari perahu motor dalam sebanyak 1.048 unit, perahu motor tempel 794 unit, dan perahu tanpa motor 226 unit. Total jumlah nelayan yang beroperasi di PPN Prigi saat ini tercatat sebanyak 9655 orang.
Dengan datangnya musim penghujan, ia berharap nelayan di wilayahnya telah menyisihkan sebagian penghasilan dari melaut untuk ditabung, hal itu sebagai antisipasi apabila terjadi musim paceklik ikan seperti dua tahun sebelumnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.