Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Mayoritas nelayan di kawasan pesisir pantai Teluk Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), memilih menunda aktivitas melaut akibat gelombang laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Salah seorang nelayan, Tarmuji di Trenggalek, Senin, mengatakan, kondisi cuaca yang belum bersahabat membuat sebagian besar nelayan menyandarkan kapal di pelabuhan sambil menunggu situasi laut kembali aman.
"Memang saat ini sudah mulai memasuki musim ikan, tetapi cuaca dan gelombang masih cukup tinggi sehingga banyak nelayan memilih tidak melaut untuk sementara waktu," katanya.
Tramuji yang juga pemilik kapal KM Sumber Makmur ini mengaku sempat adu peruntungan memberangkatkan perahunya ke tengah laut untuk menjaring ikan bersama dua kapal nelayan lain pada Minggu (14/6).
Namun hingga ke tengah laut, para Anak Buah Kapal (ABK) tidak bisa menangkap ikan karena terjadi badai dengan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter.
"Kami memang sudah memperkirakan sebenarnya. Cuma kami ingin coba-coba siapa tahu beruntung. Ternyata di tengah angin kencang dan gelombang tinggi. Akhirnya balik lagi ke teluk (Prigi)," kata Tarmuji.
Sampai di pelabuhan, kata dia, kapal hanya mendapat tangkapan ikan 2,5 kuintal.
Volume tangkapan itu tidak cukup untuk menutup biaya operasional sekali berangkat melaut dengan 15 ABK yang membutuhkan biaya Rp3 juta lebih.
"Rugi besar lah pokoknya. Tidak akan diulang, menunggu cuaca baik dulu saja," katanya
Kondisi tersebut mendorong nelayan untuk menghentikan sementara aktivitas penangkapan ikan selama beberapa hari sambil memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selama masa jeda melaut, nelayan memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan kapal, memperbaiki jaring yang rusak, serta mempersiapkan perlengkapan tangkap agar siap digunakan ketika kondisi perairan kembali normal.
Pengamatan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi menunjukkan puluhan nelayan tampak melakukan perbaikan jaring dan pengecekan mesin kapal di area dermaga.
Aktivitas tersebut dilakukan untuk menjaga kesiapan armada dan alat tangkap menghadapi puncak musim penangkapan ikan yang biasanya berlangsung pada pertengahan tahun di perairan selatan Jawa.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.