Blitar - Kasus percobaan bunuh diri dilakukan ibu dan anak di jalan protokol Kota Blitar, dengan merebahkan badan dan saat ini kasus tersebut ditangani petugas Kepolisian Sektor Sanan Wetan, Kota Blitar.
"Keduanya ini diketahui sedang tidur-tiduran di tengah jalan. Padahal, saat itu arus lalu lintas cukup ramai," kata Kepala Polsek Sanan Wetan, Kompol Totok Widiarto di Blitar, Rabu
Ia mengatakan, yang dilakukan ibu dan anak itu cukup nekat. Hal itu membuat para pengguna jalan sempat kaget, hingga warga ramai-ramai menggiring keduanya ke tepi jalan.
"Masyarakat ini merasa kasihan dengan ibu dan anak ini. Mereka seperti orang depresi, hingga nekat mau bunuh diri," ujarnya.
Kapolsek menyebut, telah melakukan pemeriksaan pada ibu anak ini di kantornya. Mereka diketahui bernama Eka Handayani (45) dan Yeni Dias Rahayu (9). Mereka berasal dari Sumatera Selatan. Keduanya diajak oleh suaminya, Supriyatno berlibur ke Jawa dalam rangka liburan sekolah.
"Namun, sampai di Malang, Eka dan Yeni ini ditinggalkan begitu saja oleh suaminya. Karena bingung, keduanya ini berjalan tidak tentu arah, hingga sampai di Blitar ini," ucapnya.
Kedua ibu dan anak ini, kata Kapolsek masih trauma dengan kejadian yang menimpanya. Keduanya terlihat depresi hingga nekat hendak bunuh diri dengan merebahkan badannya di tengah jalan.
Polisi masih terus berupaya untuk mencari suami Eka. Polisi juga koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Blitar untuk menampung mereka sementara waktu, sampai suami Eka tersebut ditemukan.
"Kami tentunya akan membantu mencarikan suami dari ibu itu. Namun, untuk sementara waktu, kami serahkan mereka ke Dinas Sosial sementara, untuk penanganan," kata Kapolsek.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu awalnya tidak menyangka jika ibu dan anak itu hendak bunuh diri dengan merebahkan tubuhnya di tengah jalan raya. Warga baru tahu, ketika keduanya berjalan bersama, dan langsung merebahkan badan.
"Kami cukup kaget dengan kejadian itu, karena tidak ada tanda-tanda apa-apa dari keduanya. Tahu-tahu, mereka sudah rebahan di jalan. Kami langsung bawa mereka menyingkir dari jalan dan melaporkan hal ini ke polisi agar ditangani," kata Adit, salah seorang warga yang menolong keduanya.
Eka yang ditemui di kantor Polsek Sanan Wetan juga enggan untuk dimintai keterangan. Ia bahkan marah-marah ketika sejumlah wartawan hendak mengambil gambarnya saat diperiksa di kantor polisi. Wajah keduanya ditutupi dengan sarung agar tidak terlihat kamera.
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.