Lamongan - Ratusan pedagang pasar Babat, Desa Babat, Kecamatan Babat, Lamongan, Rabu, demontrasi di Kota Lamongan, untuk memperjuangkan nasibnya, setelah mendengar ada kunjungan anggota Komisi II DPR RI ke pemkab setempat.
"Kami masih menunggu hasil pertemuan perwakilan kami bertemu dengan anggota DPR RI, yang membahas nasib kami," kata seorang peserta demo, Arif dibenarkan pedagang lainnya, Kholik.
Baik Arif dan Kholik, bersama-sama mengelar demo ke Kota Lamongan dengan ratusan pedagang lainnya yang selama ini menempati penampungan di Jalan Kartini di Babat.
Menurut Arif, perwakilan pedagang Babat yang menempati penampungan di Jalan Kartiniitu, menggelar demo untuk memperjuangkan nasibnya.
Dalam aksinya itu, para pedagang menggenakan kaos warna hitam dengan tulisan, "Pedagang Pasar Tradisional Babat-Lamongan". Mereka bergerombol di Jalan Ahmad Dahlan, di sebelah timur gedung DPRD, dengan mendapatkan penjagaan ketat ratusan petugas Polres Lamongan.
Para pendemo tersebut, datang dari Babat dengan kendaraan roda empat, menuju Lamongan yang jaraknya sekitar 35 kilometer dengan mendapatkan pengawalan petugas kepolisian.
Di lain pihak, ratusan pedagang Babat yang menempati penampungan sementara di Pasar Agrobisnis Babat, juga dengan pengawalan petugas, datang ke Lamongan. Para pedagang itu, mengenakan kaos warna putih dengan garis biru dengan tulisan "Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia" (APSI) Cabang Babat.
Demo yang digelar pedagang tersebut, lokasinya di sebelah barat gedung DPRD, dan tidak beraturan karena sebagian ada yang kaosnya tidak dipakai, tapi dibungkus di dalam tas.
"Perwakilan masing-masing pedagang ada lima pedagang yang menemui anggota DPR RI," ucap pedagang yang tergabung dalam APSI Babat, Fahmi Mubarok.
Sebanyak 10 pedagang Pasar Babat dari dua kubu yang berbeda itu, diterima oleh dua anggota DPR RI, Zainun Ahmadi dan Ganjar Pranowo, di pendopo pemkab setempat.
Menurut Fahmi Mubarok, pembangunan Pasar Babat yang dikerjakan PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Yogyakarta sejak Oktober lalu, tercatat ada 1.804 pedagang yang sudah bisa ditampung di pasar setempat, kalau pembangunan pasar sudah rampung.
Namun, jelasnya, masih ada sekitar 500 pedagang yang belum bisa tertampung yang sekarang menempati tempat penampungan di Jalan Kartini.
"Kalau tuntutan kami datang ikut demo, mendesak pembangunan pasar tetap dilanjutkan, agar kami bisa secepatnya menempati pasar baru," ujar pedagang lainnya, Muchtar dan Ny Umaeroh yang menempati penampungan sementara di Pasar Agrobisnis Babat itu.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.