Surabaya - Pasar waralaba Indonesia sangat potensial bagi pengusaha asing karena populasi penduduk di Tanah Air memiliki prospek besar terhadap penjualan produk luar negeri. "Apalagi, saat ini perkembangan pasar Indonesia sangat pesat sehingga menjadi tujuan pewaralaba asing," kata Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, ditemui dalam pembukaan National Roadshow Info Franchise Business Concept Surabaya (9-11 Desember 2011), di Surabaya, Jumat. Menurut dia, sampai sekarang sudah ada sekitar 200 merek waralaba asing di penjuru Nusantara sedangkan waralaba lokal baru 100 merek. "Contoh pewaralaba asing yang memiliki merek di Indonesia seperti Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat," ujarnya. Kini, urai dia, Amerika Serikat telah mempunyai 15 perusahaan waralaba. Ada pula enam perusahaan waralaba Malaysia yang masuk ke Indonesia dan bergerak di bidang kuliner, finansial, dan otomotif. "Kalau waralaba asal Jepang, mayoritas membuka usahanya di bidang kuliner seperti Japanesse Fast Food," katanya. Sementara itu, tambah dia, pengusaha waralaba Taiwan lebih memilih membuka usahanya di bidang teknologi informasi. Akan tetapi, pada umumnya bidang usaha yang paling diminati pewaralaba asing antara lain pendidikan, makanan dan minuman, serta cuci mobil. "Alasan banyaknya peminat waralaba kuliner, dipicu jangka waktu balik moda 'Return of Investment/ROI)' lebih cepat dibandingkan bidang lain misal sekitar 2,5 tahun," katanya. Di sisi lain, rinci dia, waralaba di bidang teknologi informasi, percetakan digital, pasar digital, dan pusat bisnis kurang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat pada tahun 2012. "Di samping itu, sampai sekarang di Indonesia terdapat 1.700 'Business Opportunity/BO' atau bidang usaha yang potensial dikembangkan menjadi waralaba," katanya. Dari banyaknya waralaba dan "BO" yang ada, lanjut dia, estimasi keseluruhan omzet mereka bisa mencatatkan senilai Rp214 triliun pada tahun ini. "Terkait ekspansi pasar waralaba Malaysia dan Taiwan di Jawa Timur, kini enam perusahaan asal Malaysia dan satu perusahaan Taiwan juga berpartisipasi dalam pameran yang kami laksanakan di Surabaya," katanya.(*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026