Bojonegoro - Harga sapi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak sepekan terakhir, mulai turun sekitar Rp500 ribu/ekor, akibat sepinya permintaan sapi ke luar daerah, termasuk pembelian sapi bibit. "Biasanya setiap pasaran, saya bisa menjual tiga ekor sapi, tapi sekarang baru laku satu ekor, " kata seorang pedagang sapi asal Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban, Kasbu (47), Kamis. Ia mengaku, satu ekor sapinya itu laku terjual Rp3 juta, sedangkan dua ekor sapi lainnya yang untuk induk dengan harga berkisar Rp7 juta/ekor, belum laku. "Sama dengan saya juga baru laku satu ekor dengan harga Rp3 juta, " kata Ngali (43), pedagang sapi lainnya yang masih sedesa dengan Kasbu. Sementara itu, seorang pedagang sapi asal Desa Kepohbaru, Kecamatan Kepohbaru, Sungat (51) mengatakan, turunnya harga sapi tersebut, mulai terjadi dua hari yang lalu, ketika pasaran sapi di Pasar Baureno, di Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Menurut dia, setelah Hari Raya Idul Adha, terutama sapi bibit dengan harga berkisar Rp3 juta-Rp4 juta, penjualannya masih normal dan peminatnya cukup tinggi. Sebab, setelah Hari Raya Idul Adha, masyarakat banyak yang membeli sapi bibit untuk digemukkan. "Kalau sekarang sudah menurun, apalagi masuk bulan Suro, tidak ada masyarakat yang menyembelih sapi, " katanya menjelaskan. Supangat mengaku, pada pasaran di Bojonegoro ini, bisa menjual dua ekor sapi dengan harga Rp3 juta dan Rp2,9 juta."Dengan harga itu, saya rugi dibandingkan dengan harga pembelian sebelumnya, " katanya tanpa merinci berapa besar kergiannya. Seorang pedagang lainnya asal Desa Kepohbaru, Kecamatan Kepohbaru, Agus mengaku, satu ekor sapinya laku terjual Rp4 juta. Hanya saja, harga sapi tersebut, turun dibandingkan harga pembelia, sehingga rugi Rp300 ribu/ekor. "Kalau tetap saya pertahankan dibawa pulang, belum tentu setelah ini harga sapi membaik, " kata Agus menjelaskan. Ditemui terpisah, Kepala Perusahaan Daerah (PD) Pasar Hewan Pemkab Bojonegoro, Memed membenarkan, terjadinya penurunan harga sapi berkisar Rp500 ribu/ekor. Selain itu, katanya, jumlah pedagang sapi yang bertransaksi di pasar hewan setempat, diperkirakan berkurang sekitar 30 persen, dibandingkan pada pasaran sebelumnya, dalam kondisi normal. Selain dari pedagang lokal Bojonegoro, pedagang yang melakukan transaksi sapi di daerah setempat, juga dari berbagai daerah lainnya di Jawa Timur dan Jateng."Berapa jumlah pedagang sapi yang bertransaksi disini, kami kurang tahu, termasuk jumlah transaksi penjualan sapinya, " katanya menambahkan. (*).


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026