Sampang - Sebanyak 2.000 anak dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Kabupaten Sampang, Madura berancana melakukan kegiatan cuci tangan massal di lapangan pendopo pemkab setempat.
"Kegiatan cuci tangan gratis massal ini kami gelar sebagai puncak kegiatan dari peringatan Hari Kesehatan Nasional, sekaligus sebagai bentuk kampanye pola hidup sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Firman Pria Abadi di Sampang, Rabu.
Kegiatan cuci tangan massal, kata dia, sengaja dilakukan Dinkes Sampang, karena pola kesadaran hidup sehat di wilayah itu masih tergolong rendah. Sehingga hal itu bisa menyebabkan menularnya berbagai jenis penyakit dari makanan yang mereka konsumsi.
"Apalagi anak-anak yang pengawasan dari orang tuanya kurang. Tidak sedikit anak-anak langsung makan, tanpa mencuci tangan," ujarnya, menjelaskan.
Firman Pria Abadi mengatakan, kebiasaan mencuci tangan sepintas sangat sepele, akan tetapi, itu sangat berpengaruh pada kesehatan manusia.
Sebab bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan akhirnya menjadi penyakit, kebanyakan karena saat makan tangannya kotor dan itu masih terjadi di sebagian masyarakat Sampang.
Kegiatan cuci tanggal massal yang melibatkan sebanyak 2.000 anak dari berbagai pelosok desa di kabupaten Sampang pada Jumat (18/11) ini, merupakan kegaiatan lanjutan dari berbagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Kesehatan Nasional di Kota Bahari ini.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sampang melakukan imunisasi vaksin campak polio gratis kepada sebanyak 73.000 anak balita di wilayah itu.
Menurut Firman Pria Abadi, balita yang mendapt vaksin polio itu anak usia sembilan hingga 59 bulan dan telah berlangsung selama Oktober 2011 ini.
"Vaksinasi campak dan polio di Kabupaten Sampang ini digelar di 904 pos pelayanan terpadu di berbagai desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sampang," paparnya, menjelaskan.
Selain melakukan vaksinasi campak dan polio, Dinkes Sampang juga melakukan vaksinasi difteri kepada para siswa sekolah dasar (SD) kelas II, III dan kelas IV di kabupaten Sampang.
Vaksinasi difteri ini dilakukan menyusul banyaknya warga Sampang yang terserang penyakit berbahaya itu sepanjang 2011.
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.