Sumenep - Sebanyak 17 pasangan pengantin di dua kecamatan di Kabupaten Sumenep, melangsungkan pernikahan, Jumat (11-11-11).
Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kementerian Agama Sumenep, M Yasin menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan secara resmi tentang jumlah pernikahan yang terjadi pada Jumat ini di 27 kecamatan.
"Kalau secara lisan memang ada pimpinan kantor urusan agama (KUA) yang melaporkan jumlah pernikahan yang tercatat pada Jumat ini, yakni di wilayah KUA Kecamatan Kota sebanyak 10 pasangan pengantin dan KUA Pragaan sebanyak tujuh pasangan," ujarnya di Sumenep.
Warga Pulau Madura pada umumnya termasuk Sumenep, kata dia, menganggap Dzulhijjah (salah satu bulan pada kalender Hijriyah) yang pada tahun ini bertepatan pada November (kalender Masehi) sebagai waktu yang bagus untuk menikahkan putra-putrinya.
"Oleh karena itu, jumlah pernikahan pada Dzulhijjah biasanya meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Bahkan, di kalangan warga Madura, Dzulhijjah sering dianggap bulan pernikahan," ucapnya.
Sementara Kepala KUA Kecamatan Kota, A Nauval menjelaskan, pihaknya menikahkan 10 pasangan pengantin pada Jumat ini sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
"Kalau di internal kami, jumlah pernikahan tersebut masih wajar, karena sebelumnya kami pernah menikahkan 15 pasangan pengantin dalam sehari," ujarnya.
Ia mengatakan, sebagian warga memang menganggap Jumat ini sebagai tanggal "cantik" (11-11-11).
"Secara umum, warga Madura biasanya menentukan waktu pernikahan bagi putra-putrinya itu berdasarkan kalender Hijriyah. Namun, khusus Jumat ini bisa saja ada yang sengaja memilihnya sebagai waktu pernikahan, karena merupakan tanggal 'cantik'," ucapnya, menambahkan. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.