Bangkalan - Persedian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan cukup sehingga petani tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan.
"Stok pupuk masih aman, petani tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Agribisnis Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan, A. Fanani, Kamis.
Fanani menjelaskan, pada 2011 Pemkab Bangkalan menerima jatah pupuk bersubsidi sebanyak 23.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani.
Akan tetapi, dari jumlah itu hingga kini masih banyak tersisa, yakni mencapai 50 persen lebih karena yang digunakan petani hanya sekitar 11.500 ton.
"Pupuk sisanya itu akan dipakai saat musim tanam nanti ketika hujan mulai turun. Sementara untuk sekarang tidak ada petani yang memakai pupuk karena sebagian besar lahan masih kering dan belum bisa ditanami padi," katanya.
Menurut Fanani, saat ini pupuk bersubsidi masih disimpan untuk persedian musim tanam saat musim hujan yang diperkirakan mulai bulan depan.
Fanani menambahkan, musim kemarau tidak berpengaruh terhadap kondisi pertanian di Bangkalan. Para petani memang tidak menanam padi, sehingga tidak ada gagal panen maupun puso.
"Masalah saat musim kemarau adalah kekurangan air bersih di beberapa daerah yang rawan kekeringan, tapi pemerintah sudah melakukan droping air bersih," katanya.
Sebagian besar lahan di Bangkalan merupakan tadah hujan yang mencapai 75 ribu hektare, sedangkan lahan bukan tadah hujan hanya seluas 40 ribu hektare. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.