Surabaya - Memasuki puncak arus balik pada "H+3" Lebaran (3/9), warga Jawa Timur "menyerbu" lokasi wisata di dekat kampung halamannya.
Bahkan, pelantun musik pop religi Opick alias Aunur Rofiq lil Firdausi sempat mengunjungi objek wisata pantai di Tanjung Papuma, Watu Ulo, Jember (1/9), di sela-sela berlebaran di Jember mulai Senin (29/8) hingga Jumat (2/9).
"Kegiatan Opick selama di Jember hanya berlebaran ke rumah orang tua, saudara, dan bertemu sejumlah teman lama, tapi saya sempat mengajak dia ke objek wisata Papuma Watu Ulo pada Kamis (1/9)," kata guru dan ayah angkat Opick, Oong Fathurrohman.
Ia beralasan mengajak Opick ke Tanjung Papuma, karena dirinya berpikir lokasi wisata pantai itu masih sepi, sebab orang sibuk bersilaturahmi untuk merayakan Lebaran dengan keluarga dan tetangga.
Namun, kata manajer Kebun Sanggar Bermain (KSB) Jember itu, Tanjung Papuma di Watu Ulo itu justru ramai pada "H+1" Lebaran 2011 (1/9) itu, sehingga rencana "bermain pasir" di pantai itu terpaksa dibatalkan.
"Saya akhirnya mengajaknya makan ikan bakar di warung Pak Yet yang tidak jauh dari pantai dan saya minta dia memakai sandal jepit, pakaian seadanya, serta mengenakan jaket, supaya tidak dikenali," paparnya.
Tapi, usaha "penyamaran" itu sia-sia, karena banyak anak kecil yang tahu dan akhirnya memberitahu orang tuanya, sehingga banyak orang yang meminta foto bersama dengan pelantun "Tombo Ati" itu.
"Opick sampai mengeluh, ternyata jadi orang terkenal itu nggak enak, nggak bisa bebas. Saya tersenyum mendengarnya, karena sampai mau shalat juga diikuti orang," ucapnya, mengutip pernyataan Opick.
Tidak hanya Opick, para remaja juga "menyerbu" Pantai "Boom" di Desa Sendangharjo, Kecamatan Kota, Tuban, Jatim, yang dibuka untuk umum setelah direnovasi oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.
"Sebagian besar yang berkunjung memang para remaja, baik dari Tuban, Bojonegoro dan Lamongan," kata Petugas Jaga di Objek Wisata Pantai Boom, Suyitno.
Didampingi petugas lainnya, ia menjelaskan, pantai boom mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) sejak Rabu (31/8) dengan jumlah pengunjung di atas 2.000 orang.
"Sehari sebelumnya hanya sekitar 500 orang, tapi pengunjung terbanyak selalu remaja. Dalam Lebaran kali ini, tarif masuk tidak berubah yaitu Rp1.500/orang dan ditambah Rp700 untuk sumbangan PMI," tuturnya.
Di lokasi setempat, pengunjung hanya sebatas berjalan-jalan untuk melihat pantai, dan beristirahat di sejumlah gazebo yang dibangun di lokasi setempat.
Di dekat pintu masuk, dibangun dua bangunan cungkup yang bisa dimanfaatkan pengunjung berteduh. Manfaat cungkup tersebut, sekaligus untuk mengamankan dua buah sumur air tawar yang berada di tepi laut itu.
Di salah satu cungkup yang ada di sebelah timur, terdapat tulisan sejarah Pantai Boom yang ditandatangani Bupati Tuban saat itu, Haeny Relawati, tertanggal 12 Nopember 2010.
Di dalam tulisan itu disebutkan, Pantai Boom pernah menjadi pelabuhan internasional di zaman Kerajaan Majapahit dan menjadi pintu masuk penyebaran Agama Islam di ranah Jawa.
Pemandangan lainnya yang juga diminati pengunjung yakni di sepanjang kanan kiri jalan yang menjorok tersebut, dipenuhi dengan puluhan perahu nelayan yang bersandar.
"Perahu nelayan yang bersandar di pantai boom ini, jumlahnya ada kalau 300 perahu," kata seorang nelayan Desa Sendangharjo, Kecamatan Kota, Rasmani (67).
Ziarah makam
Agaknya, bukan hanya wisata pantai yang "diserbu" warga Jatim, melainkan wisata makam juga diminati saat Lebaran 2011, seperti wisata ke makam Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno), di Kota Blitar.
Di Blitar, lebih dari 3.000 peziarah mendatangi lokasi makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, untuk menghabiskan libur Lebaran 1432 Hijriah.
"Pantauan saya per hari pengunjung bisa mencapai lebih dari 3.000 orang, mereka berasal dari seluruh wilayah Indonesia," kata Suprapto, salah seorang petugas di lokasi makam itu.
Ia mengatakan, libur Lebaran seperti sekarang ini, jumlah pengunjung lebih tinggi daripada saat akhir pekan yang rata-rata hanya sekitar 2.000 orang.
"Untuk jam buka, tetap seperti pada hari-hari biasanya, mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Hanya saja, lokasi perpustakaan Bung Karno masih belum buka aktif, karena pengunjung hanya bisa membaca di lokasi perpustakaan, bukan pinjam untuk dibawa pulang," ucapnya.
Pengunjung lokasi makam sejak pagi hari itu berasal dari seluruh penjuru Indonesia, seperti dari Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Bengkulu, serta beberapa daerah lainnya.
"Dari Bengkulu rencananya silaturrahim ke rumah saudara serta berkunjung ke makam, sekaligus liburan. Kalau tidak memanfaatkan waktu seperti ini, mungkin agak sulit juga, karena rumah saudara jauh," kata Dani, warga Bengkulu.
Selain wisata pantai dan makam di siang hari, warga Jatim juga "menyerbu" wisata malam hari untuk menikmati permainan dan hiburan di "Batu Night Spectaculer" (BNS), Kota Batu, Jawa Timur, sejak sore hingga malam hari.
"Sedikitnya 17 ribu wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi BNS," kata Manajer Marketing BNS, Deny Wirabayu.
Ia mengatakan, puncak kunjungan wisata malam hari di Kota Batu akan terjadi pada Sabtu (3/9) hingga Minggu (4/9), sebab sebagian warga sudah mulai masuk kerja pada Senin (5/9).
"Jumlah kunjungan wisatawan ke BNS pada libur Lebaran tahun ini meningkat 20 persen dibanding dengan Lebaran tahun lalu," katanya.
Hal itu, karena ada agenda cuti bersama antara karyawan swasta dan pegawai negeri sipil (PNS) di sejumlah daerah yang dilakukan secara bersamaan.
"Agenda cuti bersama tahun ini dilakukan secara bersamaan, sehingga berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan ke BNS, dan dilihat secara grafik memang ada peningkatan," tuturnya.
Mayoritas wisatawan yang mengunjungi BNS berasal dari berbagai kota di kawasan Jawa Tengah, seperti Solo dan Yogyakarta, sedangkan dari Jawa Timur, didominasi dari Surabaya dan Malang Raya.
"Sebagian datang dari Jawa Tengah dan dilakukan secara rombongan menggunakan bus, hal ini bisa dilihat dari nomor kendaraan sejumlah bus yang parkir, yakni menggunakan kode kendaraan Jawa Tengah," paparnya.
Meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini, pihaknya tidak menaikkan harga tiket masuk dan tiket sejumlah wahana.
"Kita tetap menggunakan tiket seperti hari biasa, yakni Rp12 ribu untuk sekali masuk ke area BNS, sedangkan tiket masing-masing wahana, harganya berbeda-beda," ujarnya.
Agaknya, warga Jatim memanfaatkan lokasi wisata untuk bersilaturrahmi, sehingga silaturrahmi selama Lebaran tidak hanya terjadi di rumah atau kampung halaman, tapi juga di sejumlah objek wisata yang tidak jauh dari kampung halaman.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026