New York (ANTARA/AFP) - Petenis tuan rumah AS Venus Williams mengundurkan diri dari turnamen tenis grand slam AS Terbuka, Rabu (Kamis WIB) karena sakit akibat serangan virus "Sindrom Sjogren", tapi berjanji untuk segera kembali berkompetisi jika sudah sembuh.
Williams, juara di turnamen yang berlangsung di Flushing Meadows itu pada 2000 dan 2001, dijadwalkan bertanding menghadapi Sabine Lisicki, unggulan ke-22 dan semifinal Wimbledon pada babak kedua.
Williams untuk pertama kalinya tidak diunggulkan di AS Terbuka sejak mengawali debut pada 1997. Ketika itu ia langsung menembus final.
Karena sakit dan didera cedera, Williams hanya bisa tampil di empat turnamen sepanjang 2011.
Sejak tersingkir di babak pertama Wimbledon lalu, Williams juga mengundurkan diri di Toronton dan Cincinnati karena penyakit yang menurutnya disebabkan oleh serangan virus.
Setelah merebut kemenangan 6-4, 6-3 atas petenis Rusia Vesna Dolonts di babak pertama, Senin lalu, Williams mengatakan bahwa penyakit tersebut telah menguras energinya, tapi ketika itu ia menolak untuk menjelaskan secara rinci mengenai penyakitnya itu.
Namun dalam keterangan, Kamis, Williams bersedia untuk menjelaskan secara lebih terinci.
"Saya sangat kecewa karena harus mundur dari AS Terbuka tahun ini. Saya akhir-akhir ini didiagnosa mengidap Sindrom Sjogren, jenis penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, sehingga saya cepat kehabisan tenaga dan lelah, katanya.
Padahal sebelumnya, yaitu setelah mencatat kemenangan pertama, Williams merasa cukup optimistis dan yakin dengan kondisi fisiknya untuk melaju dan meraih gelar juara.
"Saya menikmati permainan pertama saya dan saya berharap bisa terus melaju, tapi sekarang ternyata saya tidak sanggup. Saya bersyukur karena akhirnya tahu hasil diagnosis sehingga saya sekarang bisa berkonsentrasi untuk penyembuhan dan berharap bisa segera bertanding lagi," katanya menambahkan.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.