Pamekasan - Ritual mandi kembang menyambut kedatangan Arya Cahya Mulyana Sugianto (6), bocah pendaki 10 puncak gunung asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di rumahnya di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Minggu. Ritual mandi kembang ini dilakukan oleh para kerabat dan keluarga Arya atas keberhasilan bocah yang masih tercatat sebagai siswa di TK Pertiwi, Pamekasan. "Ritual mandi kembang ini kami lakukan dengan harapan, apa yang telah dilakukan Arya semoga membawa nama harum bagi dia untuk menjadi lebih baik, mencintai alam yang merupakan karunia Allah SWT," kata orang tua Arya, Agus Sugianto. Upacara ritual mandi kembang kedatangan anak dari pasangan suami istri Agus Sugianto (41) dan Tri Yuli Mulyanti (40) disaksikan para kerabat dan familinya di Desa Bunder, bahkan salah seorang anggota DPRD asal desa itu Iskandar juga hadir menyambut kedatangan Arya. Tangis haru para kerabat, teman bermain dan para tetangga seolah menambah suasana ritual mandi kembang menyambut kedatangan pendaki 10 puncak gunung di Indonesia ini kian hikmat. Dengan dipandu seorang sesepuh desa, mandi kembang menyambut kedatangan pendaki cilik Arya Cahya Mulyana Sugianto diawali dengan pembacaan doa dan bakar kemenyan. Pendakian ke 10 puncak gunung di Indonesia yang dilakukan Arya Cahya Mulyana Sugianto ini mulai tanggal 12 Mei 2011 lalu dan dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman di pendopo pemkab setempat. Terakhir pendakian dilakukan di Gunung Semeru bertepatan dengan HUT Ke-66 Kemerdekaan RI. Bersama ratusan pendaki lainnya, Arya melakukan upacara bendera di puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) tersebut. "Tapi kami melakukan upacara pada tanggal 17 Agustus itu di pos terakhir di Kalimati karena kondisi saat itu sedang dalam waspada dan para pendaki dilarang menuju puncak," kata ayah Arya, Agus Sugianto, menjelaskan. Menurut dia, pendakian ke puncak Mahameru baru dilakukan Arya keesokan harinya, yakni pada tanggal 18 Agustus, sebelum akhirnya Arya kembali ke Pamekasan. Sebenarnya, kata Sugianto, pendakian yang dilakukan Arya dalam tiga bulan ini bukan hanya 10 puncak, akan tetapi hingga 11 puncak, karena pada tanggal 6 Juli lalu, ia berhasil melakukan pendakian hingga tiga puncak gunung sekaligus, dari yang dijadwalkan hanya dua puncak gunung. Pendakian pada 10 puncak gunung yang dilakukan oleh Arya Cahya Mulyana Sugianto, bocah itu untuk pertama kalinya pada puncak Gunung Ciremai di Kuningan, Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (Mdpl) pada tanggal 22 Mei. Selanjutnya pendakian dilanjutkan ke puncak Gunung Slamet (3.432 Mdpl) di Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 22 Mei, Gunung Sindoro (3.155 Mdpl) di Temanganggung pada 13 Juni, Gunung Sumbing (3.340 dpl) dan pada tanggal 23 Juni pendakian dilakukan di Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 meter dpl. "Pada tanggal 6 Juli 2011 itu, pendakian dilakukan pada tiga puncak gunung sekaligus, yakni Gunung Arjuno, Gunung Kembar dan Gunung Welirang," kata Agus Sugianto menjelaskan. Gung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 meter diatas permukaan air laut, Gunung Welirang (3,156 Mdpl) dan Gunung Kembar memiliki ketinggian 3.052 meter dpl. Pendakian dilanjutkan di puncak Gunung Rinjani pada tanggal 24 Juli dengan ketinggian (3.726 meter dpl), lalu ke puncak Gunung Penanggungan pada tanggal 10 Agustus dan puncak Gunung Mahameru pada tanggal 18 Agustus lalu. Tak tercatat mori Meski pendakian bocah bernama Arya Cahya Mulyana Sugianto, anak dari pasangan suami istri Agus Sugianto (41) dan Tri Yuli tergolong spektakuler, namun prestasi yang diraih Arya ini terancam tidak tercatat dalam museum rekor dunia Indonesia (MURI). Menurut Agus Sugianto, hal itu terjadi karena dirinya tidak memiliki cukup dana, karena biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan pengakuan daru lembaga itu sebesar Rp25 juta. "Darimana kami mendapatkan dana sebesar itu, wong biaya perjalanan selama tiga bulan pendakian yang kami lakukan tidak sedikit," katanya menjelaskan. Pendakian yang dilakukan Arya, bersama kedua orang tuanya dan adiknya bernama Sherina Dinda Cahya Mulyana Sugianto yang masih berumur 3 tahun. Namun Adiknya tidak ikut hingga puncak bersama Arya, kecuali saat melakukan pendakian di puncak Mahameru pada tanggal 18 Agustus lalu.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026