Malang - Belasan mahasiswa asing dari berbagai negara di kawasan Eropa, Timur Tengah, Asia dan Afrika tertarik belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo (BU) Malang. Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko, Jumat mengatakan, pada tahun ini (2011) ada sebelas mahasiswa asing dari berbagai negara yang menempuh pendidikan tingginya di IKIP ini. "Dari tahun ke tahun memang ada peningkatan. Tahun 2008 lalu sebanyak tiga orang, 2009 menjadi 5 orang, 2010 6 orang dan 2011 mencapai 11 orang," ucapnya. Ada beberapa jalur yang ditempuh mereka (mahasiswa asing), yakni program Darmasiswa, transfer, maupun pendaftaran konvensional (pribadi).Mahasiswa asing itu berasal dari Prancis, Thailand, China, Hungaria, Polandia, Vietnam serta Uzbekistan. Menurut dia, program studi (Prodi) yang banyak diminati calon mahasiswa asal luar negeri itu adalah Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dan budaya yang masuk Prodi Bahasa Indonesia. Nurcholis mengatakan, calon mahasiswa asing menyukai Prodi PJKR karena selain berbasis pada pendidikan yang memiliki metodologi khusus, juga karena mutunya. Ia mencontohkan, mahasiswa asing asal China yang memiliki Prodi PJKR mengaku jika di negaranya lebih banyak mengacu pada olahraga prestasi, tetapi di IKIP Budi Utomo lebig banyak pada tataran pengajaran (metodologi). Sedangkan untuk Prodi Bahasa Indonesia, katanya, karena mahasiswa asing ingin mengerti budaya Indonesia lebih dalam. Cara yang terbaik untuk mengenal budaya suatu bangsa tentu dengan mempelajari bahasanya. Menyinggung adanya wadah tersendiri untuk mahasiswa asing tersebut, Nurcholis mengatakan, masih dalam tahap pemikiran."Pasti nanti ada wadahnya, tapi untuk saat ini kita masih fokus pada kualitas dulu," tegasnya. Ia mengemukakan, ke depan, pihaknya merencanakan penggunaan "teleconference" dalam perkuliahan. Dengan begitu, maka penyelenggaraan pendidikan bisa lebih efisien.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026