Pasuruan – Warga suku Tengger di lereng Gunung Bromo akan merayakan Hari Yadnya Kasada tanggal 14-15 Agustus. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Agung Maryono, menjelaskan, untuk mengawali rangkaian prosesi kegiatan tersebut para mangku dan dukun mulai melaksanakan upacara Mendak Tirta (mengambil airsuci) di sumber-sumber air di sekitar kawasan Gunjung Bromo, Kamis. Warga suku Tengger dari Brang Wetan (yang ada di sisi timur Gunung Bromo) yang tinggal di wilayah Kabupaten Probolinggo mengambil air suci di air terjun Madakaripura, dan warga suku tengger di Lumajang mengambil air suci di Ranu Pane. Sementara warga suku Tengger di Brang Kulon (yang ada di sisi barat Gunung Bromo) yang tinggal di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang mengambil air suci di sumber air di Gunung Widodaren. Air-air suci yang telah diambil dari berbagai tempat itu kemudian disemayamkan di Pura Luhur Poten untuk digunakan keparluan prosesi upacara Yadnya Kasada di kawah Gunung Bromo. Warga suku Tengger di Gunung Bromo akan melaksanakan prosesi puncak upacara Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten mulai Minggu (14/8) malam hingga Senin (15/8) dini yang dilanjutkan dengan labuh sesaji ke kawah Gunung Bromo. Untuk kelancaran pelaksanaan seluruh prosesi Yadnya Kasada warga suiku Tengger juga telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya membersihkan tangga menuju kawah yang tertutuip abu vulkanik Gunung Bromo selama erupsi. Gunung Bromo yang beberaopa bulan lewat sempat erupsi berkepanjangan kini telah stabil, sehingga labuh sesaji tidak ada halangan lagi, karena warga akan dengan mudah mencapainya. Abu vulkanik yang sempat menutupi tangga menuju kawah kini telah dibersihkan. Namun panorama Gunung Bromo kini agak tampak berbena dari biasanya. Sosok Gunung Bromo, dan Batok yang selama ini terlihat ada alurnya, kini berubah rata. Agung Maryono juga mengungkapkan, jalan menuju puncak Gunung Bromo yang beberapa waktu lalu sempat terputus juga telah diperbaiki, meski belum sempurna. Ruas jalan antara Dingklik – Pakis Bincil sudah bisa dilewati kendaraan roda empat dobel gardan, dan seoada motor. Begitu juga jalan di tengah lautan pasir juga masih banyak yang rusak sehingga pengunjung harus hati-hati agar tidak erjebak jalan yang tusak.Pengunjung harus taat mengikuti rambu0prambu jalan yang bartu, karena jalan yang lama belum bisa dilewati. Dijlaskan pula sebelum,sebelum puncak acara Yadnya Kasada, pada hariSabtu (13/8) warga suku Tengger baik dari Brang Wetan, maupun Brang Kulon akan melaksanakan upacara Piodalan, yakni upacara harin ulang tahun pura.


Editor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026