Semua ini bisa tercapai berkat kerja sama dan gotong royong seluruh "stakeholder" dan masyarakat Banyuwangi
Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk silaturahim dengan warga di desa-desa dan menyampaikan program pemerintah usai shalat tarawih bersama.

Di Masjid Baiturrahman, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Bupati Ipuk menyampaikan tentang pelaksanaan program pemerintah di Kecamatan Bangorejo.

"Di Kecamatan Bangorejo, di sektor pendidikan dianggarkan sebesar Rp2,491 miliar yang diperuntukkan untuk rehab ruang kelas, pembangunan ruang laboratorium, pengadaan peralatan TIK, dan lainnya," katanya dalam siaran pers diterima, Kamis.

Sedangkan untuk di bidang kesehatan, lanjut dia, sebesar Rp3,627 miliar lebih yang difokuskan untuk mendukung program penanganan stunting.  Pada bidang infrastruktur meningkat cukup besar, dari Rp13,22 miliar pada 2022, kini mencapai Rp19 miliar.

"Bahkan pada 2024 ada tujuh desa yang dapat insentif khusus jalan karena berhasil melunasi PBB. Total ada Rp1,395 miliar. Tujuh desa tersebut adalah Bangorejo, Kebondalem, Ringintelu, Sambimulyo, Sambirejo, Sukorejo, dn Temurejo," ujar Ipuk.

Bupati Ipuk juga memaparkan capaian pembangunan yang telah Banyuwangi raih, di antaranya peningkatan PDRB Tahun 2022 mencapai Rp93,29 miliar, atau meningkat 8,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 85,92 triliun.

"Semua ini bisa tercapai berkat kerja sama dan gotong royong seluruh stakeholder dan masyarakat Banyuwangi," kata Ipuk.

Dengan terus mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Ipuk, mampu menekan angka kemiskinan. Kemiskinan Banyuwangi sempat meningkat pada saat pandemi COVID-19. Dari 8,06 persen di 2020 menjadi 8,07 persen di 2021.

"Alhamdulillah, tahun 2022 persentase penduduk miskin menurun signifikan menjadi 7,5 persen. Ini adalah angka terendah sepanjang sejarah Banyuwangi," ujar dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Ipuk saat silaturahim dengan warga di Masjid Darul Falah, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung. Secara rinci, Ipuk membeber program pembangunan yang dilakukan pemkab di Kecamatan Siliragung pada 2023.

Di bidang pendidikan, anggaran yang dikucurkan meningkat cukup besar dari Rp.2,547 miliar (2022) menjadi Rp. 7,081 miliar (2023).

Di bidang kesehatan, dianggarkan sebesar Rp. 2,213 miliar. Sementara bidang infrastruktur sebesar Rp. 16,1 miliar. Meningkat dari sebelumnya sebesar Rp. 15,67 miliar (2022).

Sama halnya Bangorejo, kata Ipuk, pada 2024 nanti ada 5 desa di Kecamatan Siliragung yang juga mendapatkan insentif khusus jalan senilai total Rp.970 juta. Di antaranya, Desa Kesilir, Bangorejo, Buluagung, Seneporejo, dan Siliragung.

"Ini sebagai reward bagi desa-desa yang telah melunasi PBB-nya. Sekaligus memacu desa-desa yang lain untuk berbuat yang sama, segera melunasi kewajiban PBB," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menyempatkan meninjau pembangunan infrastruktur di Kecamatan Siliragung. Salah satunya jalan terusan Desa Pedotan-Kesilir. Jalan ini dibangun sepanjang 5.000 meter dengan total anggaran Rp7,689 miliar.

Rinciannya, pelebaran dan overlay hotmix selebar 6,5 meter, dengan panjang 2.700 meter. Serta overlay hotmix selebar 4 meter dengan panjang 2.300 meter.

Selain itu, Ipuk juga menyerahkan afirmasi pendidikan berupa beasiswa bagi pelajar kurang mampu yang terancam putus sekolah.

Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) tersebut telah digeber Banyuwangi sejak 2016.

Berdasarkan data, hingga 2022, total penerima program ini sudah mencapai 4.016 siswa.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026