Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meraih penghargaan Terbaik I implementasi program 3 Juta Rumah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan aman serta terjangkau yang digelar Kementerian Dalam Negeri.

Sebagai bentuk insentif atas kinerja Pemkab Banyuwangi yang berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah, Banyuwangi mendapat tambahan 300 unit program Bedah Rumah.

"Alhamdulillah terima kasih kepada Kemendagri dan Kementerian Perumahan dan Permukiman (KPP), dengan tambahan insentif ini, kian banyak rumah tak layak huni milik masyarakat yang diperbaiki," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Sabtu.

Ia menyampaikan, penilaian mencakup sejumlah aspek mulai dari kebijakan daerah, percepatan penyediaan perumahan, tata kelola pembangunan permukiman, hingga inovasi yang mampu menghadirkan solusi hunian melalui kolaborasi berbagai pihak.

Menurut Ipuk, Banyuwangi mendapat insentif tambahan untuk bedah rumah warga pra-sejahtera sebanyak 300 unit dengan nominal Rp20 juta per rumah. Jumlah tersebut di luar kuota rutin bedah rumah yang diberikan oleh KPP.

"Jadi, kami bakal mendapatkan bantuan bedah rumah setidaknya 600 unit seperti yang dijelaskan Pak Menteri Dalam Negeri," ujarnya.

Ipuk menyampaikan, kebijakan Banyuwangi tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah baru, pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan kualitas rumah yang sudah ditempati masyarakat, khususnya keluarga pra-sejahtera.

Sejak 2019 hingga 2026, katanya, sebanyak 6.434 unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah ditangani melalui berbagai program rehabilitasi.

"Dalam program bedah rumah tersebut, Banyuwangi menggandeng banyak pihak mulai dunia usaha, komunitas, ASN dalam program Banyuwangi Berbagi, untuk merenovasi ratusan rumah tak layak huni milik masyarakat miskin tiap tahunnya," kata Bupati Ipuk.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026