Surabaya - KONI Provinsi Jawa Timur melakukan protes keras terhadap keputusan KONI Pusat soal penambahan 43 nomor pertandingan pada PON XVIII tahun 2012 di Riau.
"Kami akan mengirimkan delegasi ke KONI Pusat untuk menanyakan keputusan tersebut," kata Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror, sebelum rapat koordinasi pengurus di Surabaya, Selasa.
Rapat koordinasi yang dipimpin Plt Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung itu, dihadiri perwakilan 17 cabang olahraga yang nomornya mengalami perubahan.
KONI Pusat melalui SK Nomor 35 tahun 2011 mengeluarkan keputusan penambahan 43 nomor pertandingan PON 2012. Dengan tambahan itu, jumlah nomor pertandingan menjadi 598 dari sebelumnya 555 nomor.
Abror menyebut tambahan 43 nomor pertandingan pada 17 dari 39 cabang olahraga yang dilombakan pada PON 2012 itu, merupakan nomor siluman.
Cabang olahraga yang mendapatkan tambahan nomor pertandingan, antara lain menembak delapan nomor, atletik (2), catur (2), perahu naga (5), golf (2), gulat (5), taekwondo (2), tinju (2), wushu (2), paralayang (2), terbang layang (2), terjun payung (2), bridge (2), dan sepatu roda (2).
KONI Jatim merasa sangat kecewa dengan keputusan tersebut, karena tidak pernah diajak bicara oleh KONI Pusat. Padahal, KONI Jatim merupakan salah satu anggota tim lima saat penetapan 555 nomor pertandingan sebelumnya.
"Saat itu kami langsung menyusun strategi untuk memenangkan PON 2012 dan menetapkan target minimal 115 medali emas untuk bisa juara. Sekarang nomor ditambah, padahal PON sudah makin dekat," ujar Abror.
Ia menduga penambahan nomor pertandingan itu atas pesanan sejumlah daerah tertentu, untuk menjegal ambisi Jatim merebut kembali juara umum.
Dari 17 cabang olahraga yang nomornya bertambah, sebagian besar bukan andalan Jatim. Sementara cabang olahraga milik Jatim, seperti panahan, panjat tebing, renang, dan selam, sama sekali tidak ada perubahan.
"Kalau KONI Pusat inkonsistensi dalam mengambil keputusan, sebaiknya tidak usah ada PON. Bila perlu, Jatim tidak usah ikut PON karena tujuan pembinaannya tidak jelas," tambah Abror.
Secara terpisah, Ketua Harian Pengprov Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jatim, Bambang Eko Purnomo, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui tambahan nomor PON.
"Sepatu roda dapat tambahan dua nomor baru, tapi saya belum tahu nomornya apa saja," ujarnya.
Cabang olahraga sepatu roda yang sebelumnya melombakan delapan nomor, berdasarkan keputusan baru KONI Pusat menjadi 10 nomor.
Sebelumnya, Ketua Binpres KONI Jatim Irmantara Subagio mengaku tidak terlalu kaget dengan keputusan KONI Pusat, karena hal serupa juga pernah terjadi pada PON 2008.
"Kalau berdasarkan pengalaman PON 2008, kami masih belum yakin jumlah nomor pertandingan itu tidak akan berubah lagi," katanya.
Editor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.