Pedagang Tembakau Jateng "Serbu" Bojonegoro

id pedagang tembakau jateng,bojonegoro, antarajatim, virginia vo

Pedagang Tembakau Jateng

Bojonegoro - Pedagang tembakau asal Muntilan, Wonosobo, Temanggung dan Boyolali, Jawa Tengah, sejak sepekan terakhir, menyerbu Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), untuk melakukan pembelian tembakau jenis Jawa.

"Ada puluhan pedagang tembakau asal Jateng yang datang ke Bojonegoro, sejak sepekan terakhir, tapi hanya membeli tembakau Jawa untuk dibawa kembali ke Jateng," kata seorang pedagang tembakau di Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang, Rusmadji (55), Selasa.

Ditemui sedang menimbang tembakau Jawa basah di tepi jalan desa setempat, Rusmadji dengan sejumlah pedagang tembakau asal Bojonegoro lainnya mengaku, mendapatkan tugas dari seorang pedagang tembakau asal Temanggung.

Mereka, lanjutnya, langsung mendapatkan uang kontan dari pedagang asal Jateng tersebut, diminta melakukan pembelian tembakau Jawa di Kecamatan Temayang dan sekitarnya.

Ia mengatakan, dalam melakukan pembelian tembakau jenis Jawa daun basah dengan harga mulai Rp2.500 per kilogram untuk petikan bawah dan Rp3.500 petikan kedua dan ketiga."Selama melakukan pembelian, sudah ada lima ton tembakau Jawa basah yang kami kirim ke Temanggung," jelasnya.

Menurut dia, para pedagang Jateng tersebut, berani melakukan pembelian tembakau Jawa di Bojonegoro, karena harga tembakau di berbagai kota di Jateng, pada musim panen kemarau ini membaik dan cukup tinggi.

"Harga tembakau rajangan di Temanggung, informasinya mencapai Rp70 ribu per kilogram," kata seorang petani tembakau asal Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Eko Prabowo (38) menambahkan.

Di sejumlah desa di Kecamatan Sugihwaras, menurut dia, para pedagang asal daerah di Jateng tersebut, cukup aktif melakukan pembelian tembakau jenis Jawa, baik langsung turun ke lapangan atau melalui perantara.

"Para pedagang asal Jateng tersebut, berani membeli tembakau Jawa daun basah petikan bawah dengan harga Rp3.000 per kilogram," kata Eko.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Usaha Perkembunan Dinas Perkebunan dan Perhutanan (Dishutbun) Bojonegoro, Khoirul Insan menyatakan, pembelian yang dilakukan para pedagang asal Jateng tersebut, tidak bisa dilarang dan sifatnya hanya sesaat.

"Mereka berani memasang harga tinggi, biasanya hanya sesaat setelah itu pergi," ujarnya.

Ia meminta, para petani yang menanam tembakau Jawa di Bojonegoro, tidak terprovokasi dengan kedatangan pedagang asal Jateng tersebut, untuk dengan cepat memanen tembakaunya, karena bisa merusak kualitas. ***5***
Pewarta :
Editor: FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar