Batu - Permintaan terhadap buah apel di Kota Batu menjelang bulan Ramadhan meningkat dibanding hari biasa. Salah satu pedagang apel di Pasar Batu Sukimun, Minggu mengatakan, permintaan hari biasa mencapai satu kwintal per harinya, namun menjelang Ramadhan permintaan tersebut meningkat hingga lima kwintal per harinya. Dikatakan Sukimun, meningkatnya permintaan itu mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa yang kuliah di Malang dan akan pulang atau kembali ke kampung halamannya dengan membawa oleh-buah buah apel. "Biasanya, para mahasiswa seminggu sebelum pulang memesan dulu apel yang sudah dipaket dalam bentuk kranjang satu kiloan, tujuannya agar mudah dibawa untuk oleh-oleh di rumah mereka," katanya. Sementara itu, meski permintaan meningkat, namun Sukimun mengaku tidak bisa memenuhi semua pemesanan, hal itu disebabkan minimnya persediaan apel di kalangan petani. Selain persediaan minim, pedagang apel juga harus berebut dengan permintaan apel yang cukup besar dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya. "Petani merasa kesulitan memenuhi banyaknya permintaan dari kalangan pedagang apel dan pemesanan dari luar daerah. Bahkan kita pernah minta suplai satu kwintal apel per harinya dari petani, namun baru bisa dipenuhi dalam jangka waktu tiga hari," katanya. Sementara salah satu petani apel di kawasan Selecta Pramono mengakui, sulitnya memenuhi permintaan diakibatkan adanya sebagian petani yang gagal panen, serta minimnya lahan petani apel akibat banyaknya petani yang beralih ke sejumlah komoditas lain seperti duren dan jambu. "Memang permintaan apel dalam beberapa bulan ini meningkat, namun para petani kesulitan dalam memenuhi permintaan, sehingga para pedagang biasanya memesan langsung di kawasan Poncokusumo dan Nongkojajar, Kabupaten Malang," katanya. Terkait adanya apel impor yang juga menyuplai banyaknya permintaan, Pramono mengaku tidak mempengaruhi kualitas apel lokal, sebab apel lokal masih lebih diprioritaskan oleh pelanggan atau pedagang. "Dari segi kualitas apel lokal masih bagus dan rasanya pun renyah, meski apel impor harganya jauh lebih murah dibanding apel lokal, namun pedagang lebih memprioritaskan apel lokal," kata Pramonon. Sementara itu, harga apel lokal di Pasar Batu mencapai sekitar Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogramnya, sedangkan apel impor sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 per kilogramnya.


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026