Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga Surabaya menganugerahi Profesor Nicolaas C. Budhiparama dr. Ph.D., Sp., OT(K)., FICS., sebagai Guru Besar Kehormatan berkat sumbangsih penelitian mendalam yang berfokus pada kepuasan pasien dengan penyakit degeneratif osteoartritis (OA).

"Atas nama seluruh civitas akademika Universitas Airlangga, kami mengucapkan selamat atas pengukuhan sebagai guru besar di Universitas Airlangga untuk ilmu kedokteran kepada Profesor Nicolaas," ujar Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih saat prosesi pengukuhan di kampus setempat, Selasa. 

Pengukuhan itu mencatatkan Profesor Nicolaas sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair ke-119 dan guru besar ke-545 sejak kampus tersebut berdiri.

Rektor Unair menyampaikan bahwa di Indonesia banyak orang hebat. Secara teknis, akademis dan pengetahuan orang-orang Indonesia tidak kalah hebat dengan orang di luar negeri.

Menurut Nasih, peneliti di Indonesia banyak menghasilkan karya hebat, namun sangat disayangkan banyak karya tidak berlanjut sampai proses pengembangan produk.

"Jurnalnya Profesor Nicolaas dan kawan kawan sudah sangat luar biasa, tapi biasanya yang memanfaatkan justru bukan orang Indonesia. Yang memanfaatkan adalah orang-orang luar," kata Nasih. 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam berinovasi harus didukung dengan iklim bisnis yang baik. Jika iklim bisnis didorong untuk bisa memelihara dan melindungi karya besar putra-putri bangsa, dipastikan banyak karya yang bermanfaat untuk umat manusia.

"Oleh karena itu, pembenahan infrastruktur, riset, dan inovasi tidak hanya perlu dilakukan skala mikro dalam arti teknis maupun laboratorium, tapi secara makro dalam bisnis juga harus mendapatkan perhatian yang besar," ucapnya. 

Sebagai informasi, Profesor Nicolaas telah banyak mendedikasikan diri dan keilmuannya dalam bidang ortopedi di Indonesia.

Ia menjadi salah satu peraih Habibie Prize 2021 berkat kontribusinya dalam berbagai teknik operasi terkini di bidang ortopedi, salah satunya operasi berbasis navigasi komputer.

Selain itu, dokter yang menjabat sebagai Presiden Arhtoplasty Society in Asia 2019-2021 itu pernah meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai ilmuwan Indonesia yang menjabat di tiga organisasi ortopedi dunia.

Pewarta: Willy Irawan
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026