Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), Khofifah Indar Parawansa mendorong peran alumni dalam pemerataan layanan kesehatan berkualitas melalui kontribusi tenaga medis dan penguatan sistem pendidikan kesehatan nasional.

"Pendidikan kesehatan negeri ini mengawali hospital based, kemudian berubah university based. Namun, tidak mudah mengambil keputusan antara hospital based dan university based dan saat ini pemerintah melalui Kemenkes akan menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based," katanya dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Perempuan yang juga Gubernur Jawa Timur itu menilai penguatan sistem pendidikan kesehatan menjadi kunci dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis, khususnya di wilayah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi) yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Ada standar yang disepakati bagaimana mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan melihat peta distribusi layanan berkualitas, terutama hadirnya para dokter spesialis di berbagai titik, terutama di daerah 4T yang selama ini mengalami kesenjangan layanan kesehatan," ujarnya.

Menurutnya, masih terdapat daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu, yang menunjukkan kesenjangan distribusi tenaga kesehatan dan berdampak pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.

"Mengawal NKRI dengan beragam cara akan menjadi pagar bahwa IPM mendapat perhatian karena pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan bagus, sehingga menurunkan kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Khofifah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendekatan hospital based dan university based dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan agar mampu menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus merata distribusinya.

"Pentingnya menjaga keseimbangan antara hospital based dan university based untuk melahirkan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas dan dirasakan secara merata," katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026