Pemprov Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026 menumbuhkan semangat juara talenta unggul Jatim.

“LKS ini penting untuk kita bisa melakukan seleksi dari kompetensi anak-anak siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kalau sebelumnya LKS ini hanya untuk SMK, tahun 2026 di Jawa Timur kita juga menyertakan SMA dan Madrasah Aliyah,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Ia mendorong pelibatan lintas jenjang pendidikan diadopsi hingga tingkat nasional agar memberi ruang lebih luas bagi siswa menunjukkan kompetensi di berbagai bidang.

“Saya mengusulkan kalau memang memungkinkan, pelibatan SMA dan Aliyah di tingkat nasional akan memberi ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kompetensinya, apalagi bidang yang dilombakan cukup banyak, ada 56 bidang,” usulnya.

Menurut Khofifah, LKS tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk mengukur dan membuktikan kualitas talenta vokasi Jatim.

“Saya melihat wajah-wajah masa depan yang siap melangkah lebih jauh, membawa Jawa Timur berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan Jatim meraih juara umum LKS nasional tiga tahun berturut-turut sebagai hasil pembinaan terstruktur dan berkelanjutan.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Tentu kita menargetkan tahun ini bisa juara umum lagi,” katanya.

Menurut dia, dalam tiga tahun, tiga kali back-to-back bukanlah kebetulan, namun karena sistem yang bekerja.

Khofifah juga menyoroti kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar siap kerja, termasuk melalui magang sejak dini dan penguatan aspek psikososial.

“Di SMK ini kita melakukan banyak improvement. Siswa-siswa sudah mulai magang dan mengenali dunia kerja sejak dini, bahkan sejak kelas 11 banyak yang sudah ‘diinden’,” ujarnya.

Oleh karena itu Pemprov Jatim ingin terus meningkatkan skill mereka, sekaligus memastikan kesiapan tersebut diikuti dengan kematangan psiko-sosial.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) dalam menentukan standar kompetensi lulusan melalui proses magang dan pelatihan kerja.

“Standar dan kompetensi itu ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena itu kita sangat melibatkan Dudika,” tegasnya.

Di tengah tantangan fiskal 2026, Khofifah menilai keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk terus berprestasi dan berinovasi.

“Justru dalam keterbatasan lahir kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Pada LKS Dikmen 2026, siswa berkompetisi di 56 bidang lomba. Pemenang memperoleh uang pembinaan dan juara pertama mengikuti pemusatan latihan (training center/TC) menuju tingkat nasional.

Ia juga menyoroti peran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK negeri dan swasta dalam memperkuat koordinasi pembinaan dan kurikulum.

Khofifah juga meresmikan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi sarana bagi 50 satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Surabaya dan Sidoarjo, serta menyerahkan bantuan pendidikan bagi siswa prasejahtera.

“Piala dan medali hanyalah simbol. Prestasi sesungguhnya adalah ketika keterampilan mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga dan memajukan daerah,” katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026