Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengukuhkan lima guru besar dan mendorong penguatan peran ilmu pengetahuan sebagai solusi atas tantangan era digital melalui riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi yang relevan bagi masyarakat.

“Melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan, akademisi mampu menjawab persoalan saat ini sekaligus mengantisipasi tantangan di masa mendatang,” ujar Rektor Unair Prof Muhammad Madyan di Surabaya, Kamis.

Lima guru besar dari lintas disiplin yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Kelimanya adalah Prof Dr Bambang Sugeng Ariadi Subagyono SH MH dan Prof Dr Radian Salman SH LLM dari Fakultas Hukum (FH), Prof Dr Muhammad Asfar Drs MSi dan Prof Yuyun Wahyu Izzati Surya SSos MA PhD dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK).

Rektor menegaskan ilmu pengetahuan harus adaptif terhadap perubahan cepat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk mendorong inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga relevansi ilmu pengetahuan melalui tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Prof Madyan menyoroti perlunya keseimbangan antara inovasi, regulasi, dan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa, termasuk keadilan dan hak asasi manusia.

“Sinergi antara inovasi, literasi, regulasi, dan nilai-nilai dasar menjadi kunci agar ilmu pengetahuan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia, kontribusi akademik tidak boleh berhenti pada tataran konseptual, tetapi harus menghasilkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan hingga literasi digital berbasis multikulturalisme.

Ia berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat menjaga integritas akademik serta memperkuat peran sebagai pemimpin keilmuan di bidang masing-masing.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026