Petani tebu Situbondo minta PG Assembagoes beroperasi maksimal

id PG Asembagus, petani tebu situbondo, pabrik gula situbondo, petani tebu

Petani tebu Situbondo minta PG Assembagoes beroperasi maksimal

Percobaan giling tebu di PG Assembagoes Situbondo. Jumat (17/5/19) (istimewa)

Situbondo (ANTARA) - Para petani tebu yang tergabung dalam Gabungan Petani di Wilayah PG Assembagoes Situbondo, Jawa Timur, rencananya  akan berunjuk rasa ke pabrik gula yang baru direvitalisasi itu guna menuntut optimalisasi operasi, sehingga petani tidak dirugikan karena harus antre dan tebu mereka mengalami penyusutan.

Koordinator aksi unjuk rasa, Herman Fauzi di Situbondo, Kamis, mengatakan sesuai rencana unjuk rasa akan dilaksanakan pada Senin (15/7/19) di depan pintu gerbang Pabrik Gula Assembagoes, Kecamatan Asembagus.

"Kami telah mengirim surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polres Situbondo pada 9 Juli 2019. Dan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kami ke PG yang sangat merugikan petani," kata Fauzi panggilan akrabnya.

Ia menyebutkan, ada ratusan petani yang ada di wilayah PG Assembagoes, akan turut melakukan aksi unjuk rasa menuntut kepastian giling dan PG beroperasi optimal di pabrik gula yang direncanakan dapat menambah kapasitas giling 6.000 ton per hari itu.

Para petani yang akan berunjuk rasa ke PG Assembagoes, di antaranya petani tebu dari Kecamatan Jangkar, Asembagus dan Kecamatan Banyuputih.

Dengan tidak ada kepastian giling dan pabrik gula tidak beroperasi optimal, katanya, sangat merugikan para petani tebu, sebab tebu petani harus antre untuk giling dan sehingga terjadi penyusutan berat tebu.

"Meskipun PG Assembagoes membeli tebu petani dengan sistem pembelian putus (SPT) atau membeli secara tunai, tetap merugikan petani. Karena PG membeli tebu petani dengan harga Rp47.000 per kuintal dan dua hari ini naik jadi Rp48.000 per kuintal. Namun harga tersebut masih merugikan petani, dan standarnya petani tidak rugi antara Rp50.000 hingga Rp55.000 per kuintal," ucapnya.

Menurut Fauzi yang juga petani itu, unjuk rasa dilakukan juga menuntut pencopotan General Manajer PG Assembagoes, karena dinilai hanya memberikan janji-janji giling tebu akan optimal dan jadwal giling tebu juga kerap ditunda dengan berbagai alasan.

"Tuntutan utama kami kepastian giling di PG Assembagoes, dan pencopotan GM yang kami nilai hanya janji giling optimal, namun pada kenyataannya giling tebu di PG Assembagoes tidak optimal sesuai yang direncanakan setelah direvitalisasi," katanya.

Dalam surat pemberitahuan aksi damai ke  Polres Situbondo, aksi menuntut kepastian giling dan pencopotan GM PG Assembagoes pada pekan depan ini, akan diikuti ratusan petani tebu, dan bahkan dalam pemberitahuan aksi petani ini akan menutup jalur pantura Situbondo, tepatnya di depan PG Asembagoes.

Sementara itu, General Manajer PG Assembagoes, Danang Krisworo hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai belum optimalnya giling tebu, bahkan saat dihubungi, Danang tidak menjawab.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Situbondo juga telah mendesak Kementerian BUMN agar memberikan pengawasan khusus terhadap PG Assembagoes yang telah direvitalisasi, namun hingga saat ini belum beroperasi optimal. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar