Pemkot Surabaya siapkan 29 lokasi tes potensi akademik PPDB SMP

id PPDB SMP surabaya,TPA,lokasi TPA,pemkot surabaya

Pemkot Surabaya siapkan 29 lokasi tes potensi akademik PPDB SMP

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan saat menggelar jumpa pers di Pemkot Surabaya, Jumat.  (istimewa)

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan 29 lokasi pelaksanaan tes potensi akademik (TPA) untuk proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri jalur zonasi kawasan yang tersebar di lima wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Mulai hari ini kita siapkan lokasi TPA. Silahkan hari Minggu bagi orang tua atau peserta bisa survei lokasi terlebih dahulu," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan saat menggelar jumpa pers di Pemkot Surabaya, Jumat.

Menurut dia, dari 63 SMP Negeri di Kota Surabaya, sebanyak 11 SMP Negeri yang membuka jalur zonasi kawasan. Sekolah zonasi kawasan ini tersebar di lima wilayah Kota Surabaya yakni Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan dan Pusat.

Ikhsan mengatakan saat ini untuk jalur prestasi sedang proses verifikasi, sementara untuk pengumumannya pada 17 Juni. Tahap berikutnya, lanjut dia, pihaknya tengah mempersiapakan seleksi TPA untuk jalur zonasi kawasan.

"Pendaftaran jalur zona kawasan dibuka mulai 13 hingga 15 Juni pukul 23.59 WIB," kata Ikhsan.

Ia menjelaskan setelah peserta melakukan registrasi pendaftaran pada laman www.ppdbsurabaya.net, mereka akan mendapat lokasi ujian, nomor peserta, beserta tempat duduk ruang ujian yang langsung bisa diprint. Sementara untuk waktu pelaksanaan TPA, dimulai pada Senin, (17/6) pukul 08.00 WIB.

Tim TPA dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Nurul Hartini menyampaikan TPA dipergunakan untuk seleksi SMP masuk sekolah kawasan merupakan tes kemampuan berfikir, kemampuan pemahaman dan penalaran yang penting untuk kesuksesan dalam pendidikan formal di sekolah.

TPA meliputi kemampuan berfikir verbal (bahasa), kemampuan berfikir numerical (angka), dan kemampuan berfikir figural (gambar). "Jumlah soal yang akan diujikan sebanyak 185, dengan durasi waktu 2–2,5 jam," kata Nurul.

Untuk teknisnya, Nurul menyebut, pelaksanaan TPA akan dimulai jika para peserta sudah paham dengan apa yang dijelaskan oleh tester di tiap ruang ujian. Karena itu, ada kemungkinan tiap lokasi ujian selesainya akan berbeda waktu.

"Semuanya sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, yakni 2,5 jam pelaksanaan waktu TPA," katanya.

Menurutnya, TPA merupakan suatu tes atau ujian yang mengukur kecermatan, ketepatan dan kecermatan anak. Sebelum pelaksanaan TPA, pihaknya mengimbau kepada orang tua maupun anak untuk tenang dan tidak menjadikan beban.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar