Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Ratusan warga di sekitar lereng Gunung Budeg, Desa Tanggung, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu, menggelar kirab dan festival budaya yang dikemas dengan konsep panggung alam pegunungan tersebut.

Festival budaya ketiga di Gunung Budeg itu diawali dengan ritual ruwatan nagari dan ritual kenduri yang diawali dengan permainan wayang kulit di padepokan Gunung Budeg.

"Ruwatan ini bertujuan untuk menghindarkan Desa Tanggung dengan niskala dan bala, serta juga untuk mendoakan bangsa Indonesia supaya semakin rukun, maju, gemah ripah loh jinawi,' kata Ketua Panitia Festival Budaya Gunung Budeg, Agus Utomo.

Begitu ritual ruwatan selesai, acara dilanjutkan dengan kirab sedekah hasil bumi, sedekah pohon, dan sedekah rojokoyo menyusuri jalan kampung setempat, mulai dari kaki Gunung Budeg hingga balai Desa Tanggung.

Rangkaian festival digelar sederhana. Pasar pecinta budaya dan komunitas kejawen yang terlibat dalam kirab budaya melakukan rangkaian kegiatan dengan tetap mengacu pada pakem adat tradisional yang khas.

Seperti pagelaran wayang di awal ruwatan nagari, kenduri, hingga sedekah bumi dan sedekah pohon.

Bedanya, dalam kirab budaya itu panitia desa mengarak pusaka, sedekah bumi dan aneka produk kerajinan warga dari kaki gunung Budeg hingga balai Desa Tanggung, Kecamatan Boyolangu.

Rangkaian festival masih  dilanjutkan dengan diskusi sejarah Tulungagung dan Gunung Budeg, dan pertunjukan seni musik gunung. Hari terakhir rangkaian festival budaya ditutup dengan istighotsah, aksi jedoran dan kunjungan ke Candi Gayatri.

"Kami ingin terus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal untuk menumbuhkan semangat bersama dalam menjaga budaya dan lingkungan, khususnya di lereng Gunung Budeg ini," ujar Agus. 
 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026