Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan

id hari pers nasional,pers menguatkan ekonomi kerakyatan,tajuk hari pers,tajuk pers,opini pers

Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan

Penulis: Didik Kusbiantoro (Dok pribadi)

Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 dipusatkan di Grand City Convex Surabaya pada Sabtu, 9 Februari, dengan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sejumlah rangkaian acara kegiatan sudah lebih dulu digelar, mulai bakti sosial, seminar, peluncuran buku hingga pameran media massa.

Tahun ini, HPN mengambil tema Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. Tema itu sejalan dengan program pemerintah dalam menunjang perekonomian, terutama melalui sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar ekonomi.

Bagi Jawa Timur selaku tuan rumah HPN, tema itu juga selaras. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jatim juga sedang gencar-gencarnya mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan sistem pemasaran berbasis digital. Memang tercatat baru sekitar 1.200 UMKM yang sudah masuk pasar digital ekspor dan ditargetkan mencapai 27.000 UMKM hingga akhir 2019. Angka ini memang terbilang sangat kecil jika mengacu jumlah UMKM yang mencapai lebih dari 12 juta di seluruh Jatim.

Berdasarkan sensus ekonomi Badan Pusat Statitik (BPS), jumlah UMKM Jatim pada 2006 hanya sebanyak 4,2 juta dan meningkat jadi 6,8 juta pada 2012, lalu terus melonjak dan tumbuh pada 2016 menjadi 12,1 juta UMKM atau meningkat pesat 78 persen, dengan penyerapan sebanyak 18.948.210 tenaga kerja.

Media massa, baik cetak, radio, daring (online) maupun televisi diharapkan bisa ikut berperan mendorong percepatan digitalisasi sektor UMKM atau ekonomi kerakyatan. Keberpihakan media terhadap ekonomi kerakyatan agaknya perlu terus ditingkatkan.

Cerita-cerita sukses para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha atau bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital bisa menumbuhkan motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk merintis jalan sukses.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian media ada yang beranggapan berita-berita seputar UMKM tidak seksi, karena kecil peluangnya untuk mendapatkan tambahan pemasukan dari iklan. Sehingga hanya memberi porsi kecil dalam produk pemberitaannya. Berbeda ketika media mewartakan produk sebuah perusahaan besar, porsinya lebih besar karena peluang memperoleh kue iklan lebih terbuka.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam berbagai kesempatan mengajak seluruh insan pers di Jatim untuk senantiasa bersinergi dengan pelaku usaha di sektor UMKM serta industri kecil menengah (IKM) dalam mendukung kegiatan promosi dan pemasaran.

Pers sebagai media penyebar informasi dengan jaringan yang luas memiliki peran penting untuk turut memberdayakan ekonomi kerakyatan, sebab semakin banyak media dalam digital, maka semakin banyak pula produk yang dapat dipasarkan.

Pada akhirnya, sinergitas dan dukungan pers terhadap sektor UMKM diharapkan membawa perubahan yang tidak hanya dalam sisi pemasaran, tapi juga bisa mendongkrak perekonomian nasional secara keseluruhan. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar