Polri: Media Harus Jadi Pahlawan untuk Pemilu Damai

id polri,kadiv humas,pemilu damai,santun bermedia,m iqbal,hpn,surabaya

Polri: Media Harus Jadi Pahlawan untuk Pemilu Damai

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal (tengah) di sela diskusi bertajuk 'Santun Bermedia untuk Pemilu Damai' dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Rabu (6/2) malam. (Foto Hanif Nashrullah)

Caranya melalui penyajian berita-berita positif sehingga mampu menjaga keamanan, ketertiban dan perdamaian di seluruh daerah di Tanah Air
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Republik Indonesia berharap media di Indonesia menjadi pahlawan untuk Pemilihan Umum 2019 yang damai dengan mengedepankan semangat nasionalisme.

"Caranya melalui penyajian berita-berita positif sehingga mampu menjaga keamanan, ketertiban dan perdamaian di seluruh daerah di Tanah Air," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal di sela diskusi bertajuk "Santun Bermedia untuk Pemilu Damai" dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Rabu malam.

Menurut dia, tampilan berita-berita yang baik sangat membantu pesta demokrasi yang gembira dan ceria, termasuk tidak mencampuradukkan antara pemberitaan dan industri atau bisnis media semata.

"Kalau ada berita yang imbasnya memporak-porandakan bangsa, harap jangan ditayangkan. Bantu polisi dan masyarakat untuk menjaga NKRI," ucap mantan Wakapolda Jatim tersebut.

Selain itu, jenderal bintang dua tersebut mengimbau media-media mainstream lebih berhati-hati mengabarkan berita yang informasinya berasal dari media sosial, sebab tidak sedikit yang terverifikasi.

Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari mengaku sepakat bahwa media tidak menyajikan berita bernada provokatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Media wajib menciptakan perdamaian, tapi tetap harus kritis untuk menjadi yang lebih baik," katanya.

Khusus di tahun politik, ia berharap media tidak berpihak, tetap netral, tidak berpolitik serta tidak membela satu kepentingan tertentu.

Di tempat sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengapresiasi pers di Indonesia, khususnya di provinsi setempat yang mampu menjaga kualitas pemberitaan serta bersama pemerintah membantu kemajuan Jatim.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, juga menyarankan wartawan turut mencegah penyebaran berita hoaks atau kabar bohong dengan menyebar informasi yang belum tentu benar.

"Kalau wartawan ikut menyebar berita yang belum pasti justru akan semakin menambah kekacauan kalau yang disebar ternyata hoaks, sebab wartawan adalah orang yang dipercaya," katanya.

Sementara itu, turut hadir Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo, penanggung jawab HPN 2019 Margiono, budayawan Sujiwo Tedjo, serta penampilan grup musik lokal Surabaya, Klantink. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar