Genangan Banjir Masih Tinggi, Pengemudi Diminta Tidak Terobos Banjir

id Banjir, Jalan Raya Juanda, Banjir Jalan Raya Juanda, Banjir Jalan Raya Porong

Genangan Banjir Masih Tinggi, Pengemudi Diminta Tidak Terobos Banjir

Banjir di Jalan Raya Juanda (Ist)

Himbauan pada masyarakat khususnya roda dua agar tidak memaksakan sudah banyak contoh roda dua yang mogok
Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, Komisaris Polisi Fahrian S, meminta kepada pengemudi roda dua tidak nekad menerobos banjir yang ada di Jalan Raya Juanda mengingat sudah banyak kendaraan roda dua yang mogok.

"Himbauan pada masyarakat khususnya roda dua agar tidak memaksakan sudah banyak contoh roda dua yang mogok," katanya di Sidoarjo, Senin.

Ia mengemukakan, banjir yang terjadi di Jalan Raya Juanda ini terjadi pada Minggu (20/1) petang dan sampai dengan pagi ini ketinggian air banjir masih berada di kisaran 30 sampai dengan 40 centimeter.

"Saat ini anggota masih terus bersiaga di Jalan Raya Juanda untuk membantu pengaturan arus lalu lintas yang ada di wilayah tersebut," katanya.

Sementara itu, dirinya juga mengatakan, kondisi Jalan Raya Porong saat ini sudah mulai dibuka setelah dua hari sebelumnya sempat ditutup total dua arah akibat terjadi banjir dengan ketinggian sampai 70 centimeter.

"Jalan Raya Porong banjirnya sudah surut dan sudah dibuka," katanya.

Sementara itu, Hadi salah satu warga Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur mengaku masih membersihkan sisa-sisa luapan banjir yang masuk ke dalam rumahnya sejak semalam.

"Untuk banjir yang ada di dalam rumah sudah surut, tetapi untuk halaman rumah dan juga jalan raya masih tergenang banjir," katanya.

Pernyataan senada juga disampaikan, Upik warga Sedati Gede yang mengatakan, jika dirinya harus ekstra membersihkan rumah akibat banjir ini mengingat biasanya air sungai tidak sampai meluber.

"Karena curah hujan tinggi, pagi ini halaman rumah dan jalanan kampung masih ada banjir, sekalipun tidak separah kemarin sore," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar