"Kami memberikan penjelasan secara detil supaya data bisa dikenali, agar nantinya pengambilan kebijakannya tepat dan sesuai data,"
Malang (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Malang melakukan audiensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dan menyampaikan data-data acuan, yang bisa dipergunakan sebagai masukan awal dalam perumusan pengambilan kebijakan.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang Mohamad Sarjan mengatakan bahwa, penyampaian data-data statistik tersebut diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Malang dalam mengambil keputusan, dan mengeluarkan kebijakan.
"Kami memberikan penjelasan secara detil supaya data bisa dikenali, agar nantinya pengambilan kebijakannya tepat dan sesuai data," kata Sarjan, di Kota Malang, Jumat.
Salah satu data utama yang disampaikan BPS Kota Malang dalam pertemuan dengan Wali Kota Malang Sutiaji dan jajarannya tersebut adalah terkait data produksi beras, dan luas tanam di Kota Malang. BPS telah melakukan perbaikan data metodologi perhitungan data produksi beras, dengan menggunakan kerangka sampel area.
Sarjan menjelaskan, luas panen padi di Kota Malang pada periode Januari-September 2018 tercatat sebesar 1.448 hektare. Dengan memperhitungkan potensi hingga akhir Desember 2018, mala luas panen diperkirakan mencapia 1.802 hektare.
Sementara untuk produksi padi, pada periode Januari-September 2018 tercatat sebesar 8.150 ton gabah kering giling (GKG). Diperkirakan hingga akhir 2018, total produksi mencapai 10.140 ton GKG. Dari angka tersebut, jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi GKG sepanjang 2018 setara dengan 5.823 ton beras.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat Kota Malang per tahun mencapai 94.321 ton, sehingga ada kekurangan mencapai 93 persen dari total kebutuhan.
"Untuk kebutuhan harus mendatangkan dari luar daerah, oleh karena itu soal data sangat penting," kata Sarjan.
Pada awal tahun 2019, BPS menyatakan khususnya kepada Pemerintah Kota Malang bersama para pemangku kepentingan terkait untuk mewaspadai adanya kenaikan harga beras akibat adanya gagal panen dikarenakan cuaca buruk.
Sementara untuk masa panen, diperkirakan akan akan mulai pada akhir Februari 2019, dimana penambahan pasokan beras baru bisa dirasakan pada awal Maret 2019.
Saat ini, tercatat, kondisi stok beras yang ada di Perum Bulog Divre Malang, ada sebanyak 28 ribu ton, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan kedepan.(*)
Pewarta: Vicki FebriantoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.